Hujan Deras Terjang Banyuwangi, Ribuan KK di Tiga Kecamatan Terdampak Banjir

20251216_143302.jpg Banjir di Desa Kedungringin, Kec. Muncar, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, sejak Senin (15/12/2025) siang hingga malam. Akibatnya, banjir luapan menerjang sejumlah wilayah di ujung timur Pulau Jawa.


Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan banjir berdampak pada tiga kecamatan, yakni Sempu, Srono, dan Muncar.


“Berdasarkan laporan sementara, tiga kecamatan terdampak banjir luapan, yaitu Kecamatan Sempu, Srono, dan Muncar,” ujar Danang, Selasa (16/12/2025).


Di Kecamatan Sempu, banjir merendam Dusun Karangrejo, Karanganyar, dan Mangki dengan total 22 kepala keluarga (KK) terdampak. Sementara di Kecamatan Srono, banjir berdampak pada satu KK. Meski genangan telah surut, debit air sungai masih tinggi dan warga diminta tetap waspada.


Dampak paling parah terjadi di Kecamatan Muncar. Banjir merendam Desa Tembokrejo, Kedungringin, Wringinputih, dan Tapanrejo. Di Desa Tembokrejo tercatat 44 KK terdampak, Desa Tapanrejo 35 KK, Desa Kedungringin sekitar 610 KK, serta Desa Wringinputih sekitar 800 KK di dua dusun.


“Untuk Desa Wringinputih, total ada sekitar 800 KK terdampak,” terang Danang.


Banjir yang datang cepat membuat warga panik. Maharani Ayu, warga Dusun Krajan, Desa Kedungringin, mengatakan ketinggian air sempat mencapai lutut orang dewasa.


“Air banjir sampai di atas dengkul orang dewasa. Ada gerobak jualan warga yang sempat hanyut, tapi alhamdulillah bisa diselamatkan bersama warga,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Indira, warga setempat lainnya. Ia menyebut air mulai menggenangi permukiman sejak sore hari dan naik dengan cepat.


“Mulai sekitar jam lima sore air sudah masuk. Tidak sampai setengah jam, air naik cepat sampai sepinggang orang dewasa,” kata Indira.


Hingga malam hari, warga masih bersiaga mengantisipasi banjir susulan. Sebagian warga mengamankan barang berharga ke tempat lebih tinggi, sementara lainnya bergotong royong membersihkan sisa lumpur.


BPBD Banyuwangi masih melakukan pendataan lanjutan dan menyalurkan bantuan darurat berupa nasi bungkus, terutama ke wilayah terdampak paling parah. Warga berharap ada penanganan lanjutan, termasuk normalisasi sungai dan saluran air, guna mencegah banjir serupa terulang saat hujan deras berkepanjangan. (ep)