Dam Gembleng, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Menjelang puncak musim kemarau yang diprakirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pemantauan debit air di sejumlah bendungan (dam) vital.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi penurunan ketersediaan air yang dapat berdampak pada layanan irigasi pertanian. Prediksi puncak musim kemarau tersebut mengacu pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi melalui Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Deddy Koerniawan mengatakan, pihaknya kini meningkatkan intensitas pemantauan sekaligus pencatatan debit air di sejumlah bendung yang tersebar di seluruh wilayah Banyuwangi.
“Menjelang puncak musim kemarau, Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi meningkatkan intensitas pemantauan dan pencatatan debit air di sejumlah bendung vital yang tersebar di seluruh wilayah Banyuwangi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air di setiap bendung serta kesesuaiannya dengan kebutuhan air pada lahan layanan dapat dipantau secara optimal,” ujar Deddy kepada BWI24Jam, Senin (27/07/2026).
Menurutnya, pemantauan yang dilakukan secara rutin menjadi bagian dari strategi deteksi dini terhadap potensi kekurangan air di daerah irigasi.
“Dengan pemantauan yang lebih intensif, potensi kekurangan air dapat dideteksi sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif guna menjaga keberlangsungan layanan irigasi bagi para petani,” tambahnya.
Dinas PU Pengairan berharap langkah antisipatif tersebut dapat menjaga stabilitas distribusi air selama musim kemarau, sehingga kebutuhan irigasi lahan pertanian di Banyuwangi tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tidak terganggu. (rq)

