Putra Bungsu Soni Sempat Sakit, Puskesmas Beri Trauma Healing Keluarga Korban KM Virgo

1aayu4.jpg Puskesmas Beri Trauma Healing Keluarga Korban KM Virgo di Kecamatan Genteng, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Penantian kabar Soni Sanjaya, warga Kecamatan Genteng, Banyuwangi, yang diduga menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8, mulai berdampak pada kondisi keluarganya.


Putra bungsu Soni bahkan sempat mengalami sakit setelah sang ayah tak kunjung pulang. Kondisi tersebut menjadi perhatian Puskesmas Genteng Kulon yang kemudian memberikan pendampingan trauma healing kepada keluarga.


Pendampingan dilakukan untuk membantu keluarga menghadapi tekanan psikologis selama menunggu kabar mengenai keberadaan Soni yang hingga kini belum ditemukan.


Penanggung Jawab Puskesmas Genteng Kulon, Titin Rustiningsih, mengatakan trauma healing dilakukan melalui pendekatan psiko suportif. Keluarga diberikan penguatan mental agar tetap kuat menghadapi situasi yang tengah mereka alami.


"Psiko suportif, memberikan penguatan mental agar kuat menghadapi ujian dan cobaan," kata Titin.


Pendampingan juga diberikan kepada anak-anak Soni, terutama putra bungsunya yang sempat sakit setelah sang ayah tak kunjung pulang.


Menurut Titin, kondisi psikologis keluarga perlu mendapat perhatian selama mereka menghadapi ketidakpastian mengenai keberadaan Soni. Karena itu, petugas berupaya memberikan dukungan agar keluarga dapat menghadapi situasi tersebut dengan lebih tenang.


Selain penguatan mental, keluarga juga diajak mendekatkan diri kepada Tuhan. Pendekatan spiritual tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan kepada keluarga dalam menghadapi musibah.


"Mengajak mendekatkan diri kepada Tuhan agar diberikan ketenangan dan menerima apa yang sudah ditakdirkan," jelasnya.


Titin juga mengingatkan keluarga agar tetap menjaga kondisi kesehatan selama menjalani masa penantian. Keluarga diminta mencukupi waktu istirahat serta menjaga pola makan.


"Yang penting tetap menjaga kondisi kesehatan dengan istirahat cukup dan menjaga pola makan," ujarnya.


Pemantauan kesehatan juga dilakukan secara berkala. Setiap kali dilakukan pengecekan, petugas turut memeriksa tekanan darah anggota keluarga.


Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fisik keluarga tetap terpantau, mengingat tekanan psikologis dan kelelahan selama menunggu kabar dapat memengaruhi kesehatan.


Soni Sanjaya diketahui merupakan sopir truk asal Kecamatan Genteng yang berada dalam pelayaran KM Virgo Transport 8. Kapal tersebut tenggelam di perairan Masalembu.


Sejak musibah tersebut, keluarga Soni masih menunggu kepastian mengenai keberadaannya. Sang istri bersama kedua anaknya berharap Soni dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga.


Di tengah penantian tersebut, Puskesmas Genteng Kulon terus memberikan dukungan psikologis dan memantau kesehatan keluarga agar mereka tetap memiliki kekuatan menghadapi setiap perkembangan proses pencarian.


Bagi putra bungsu Soni, kepulangan sang ayah masih menjadi penantian. Keluarga pun terus berdoa agar pencarian segera membuahkan kabar baik. (ep)