BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Proses pengangkatan bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali membuahkan temuan satu jenazah. Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan diduga merupakan korban tenggelamnya kapal yang karam pada 2 Juli 2025 lalu.
Jenazah ditemukan pada Minggu (01/02/2026) siang saat tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi pengangkatan bangkai kapal. Berdasarkan pemeriksaan awal, jasad diduga berjenis kelamin laki-laki dan langsung dievakuasi ke darat.
Tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polresta Banyuwangi, TNI AL, dan Basarnas membawa jenazah ke Mako Satpolairud Polresta Banyuwangi. Selanjutnya, jasad dirujuk ke kamar jenazah RSUD Blambangan untuk proses identifikasi lanjutan.
Dalam pemeriksaan awal oleh tim Dokpol RS Bhayangkara Bondowoso, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga sebagai data sekunder. Di antaranya celana panjang warna hitam, telepon seluler, serta dompet berisi KTP dan SIM atas nama I Wayan Teja Setiawan (33), warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.
Pihak keluarga yang mendatangi RSUD Blambangan menyebutkan bahwa I Wayan Teja Setiawan merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya. Namun demikian, identitas tersebut belum dapat dipastikan secara resmi.
Kasi Dokkes Polresta Banyuwangi, Ipda Ririn Nurfiah, menjelaskan bahwa penetapan identitas jenazah harus didukung data primer dan sekunder. Data primer meliputi DNA, sidik jari, dan pemeriksaan gigi yang hingga kini masih dalam proses.
“Untuk pemeriksaan data primer dibutuhkan waktu sekitar dua minggu. Karena belum lengkap, jenazah saat ini masih berstatus Mr. X,” jelasnya.
Setelah melalui proses identifikasi dan rekonsiliasi selama kurang lebih 10 jam, tim Dokkes tetap menyatakan jenazah tersebut sebagai Mr. X. Meski demikian, jenazah telah dimakamkan pada Minggu malam di TPU GGM Banyuwangi oleh pihak yang diduga keluarga korban.
Sebagai informasi, bangkai KMP Tunu Pratama Jaya mulai diangkat secara bertahap sejak sepekan terakhir. Penemuan jenazah ini terjadi di sela proses pengangkatan bangkai kapal di dasar perairan (ep)

