Kaki Merpati Bengkak Terjepit Cincin, Warga Banyuwangi Minta Bantuan Damkarmat

1t6fyu.jpg Petugas Damkarmat Banyuwangi Membantu Melepas Cincin di Kaki Seekor Burung Merpati (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi kembali menerima laporan tak biasa. Kali ini, petugas diminta membantu melepaskan cincin logam yang menjepit kaki seekor burung merpati peliharaan warga hingga menyebabkan pembengkakan.


Peristiwa unik tersebut terjadi pada Kamis (29/01/2026) malam. Seorang warga datang ke kantor Damkarmat Banyuwangi dengan wajah cemas sambil membawa burung merpati miliknya yang terlihat kesakitan. Sebuah cincin logam di kaki burung itu diketahui terlalu kecil sehingga membuat kaki merpati membengkak.


Alih-alih menangani kebakaran atau kecelakaan lalu lintas, petugas Damkar justru harus melakukan operasi penyelamatan yang membutuhkan ketelitian ekstra. Burung merpati itu dievakuasi dengan sangat hati-hati agar tidak mengalami luka tambahan.


Petugas menggunakan gerinda kecil untuk memotong cincin logam tersebut. Agar kaki burung tidak panas akibat percikan api, air disiramkan secara perlahan selama proses pemotongan berlangsung.


Menariknya, di tengah proses evakuasi yang cukup menegangkan bagi petugas dan pemilik, burung merpati justru tampak tenang. Hewan itu bahkan terlihat santai seolah memahami upaya penyelamatan yang sedang dilakukan.


“Prosesnya cukup menantang karena kami harus sangat hati-hati. Tujuannya agar cincin bisa dilepas tanpa melukai kaki burung,” ujar anggota Damkarmat Banyuwangi, Ribut Hendranto.


Menurut Ribut, proses pelepasan cincin berlangsung kurang dari 30 menit. Setelah cincin berhasil dilepas, kondisi kaki burung langsung diperiksa dan dipastikan tidak mengalami luka serius.


“Alhamdulillah berhasil kami lepaskan dengan aman. Ini pengalaman pertama saya mengevakuasi cincin di kaki burung merpati,” ungkapnya.


Setelah operasi penyelamatan selesai, burung merpati tersebut dikembalikan kepada pemiliknya untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Ribut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat memasang aksesori atau penanda pada hewan peliharaan, terutama yang berisiko mengganggu kesehatan hewan. (ep)