Kokoon Kuliner Nusantara Masuk Agenda Banyuwangi Attraction 2026, Libatkan UMKM dan Seniman

18y8hb.jpg Pembukaan Kokoon Kuliner Nusantara Spesial Dalam Agenda Banyuwangi Attraction 2026 (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Kokoon Hotel Banyuwangi kembali menggelar ajang tahunan Kokoon Kuliner Nusantara (KKN) pada Sabtu (29/8/2026). Gelaran pada Agustus 2026 ini resmi masuk dalam kalender Banyuwangi Attraction 2026.


Mengusung tema ‘Cita Rasa Autentik Lokal’, KKN 2026 menghadirkan beragam kuliner khas Banyuwangi dan Nusantara. Sejumlah sajian yang tersedia di antaranya Sego Tempong, Ayam Kesrut, Nasi Campur Blambangan, hingga Rujak Soto.


Selain kuliner tradisional, pengunjung juga dapat menikmati sejumlah makanan kekinian seperti dimsum, risol cokelat, matcha, dan lainnya. Acara turut diramaikan stan UMKM, pertunjukan Tari Gandrung, drama kolosal, serta musik patrol.


General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti mengatakan, masuknya KKN dalam kalender Banyuwangi Attraction 2026 menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus menghadirkan kegiatan yang mendukung pariwisata daerah.


“Masuknya KKN ke dalam Banyuwangi Attraction 2026 menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memberikan nilai tambah,” ujar Weni.


Selain melalui KKN, Kokoon Hotel juga menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan pengenalan budaya lokal. Salah satunya pertunjukan Tari Gandrung yang digelar secara rutin setiap Selasa sore dan dapat disaksikan secara gratis.


Kokoon Hotel juga menggunakan sejumlah produk UMKM lokal seperti Klemben dan kopi sebagai amenities di kamar tamu. Produk tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi produk lokal untuk dikenal oleh para tamu hotel.


Program lainnya yakni AADC (Ada Apa dengan Cokelat dan Ada Apa dengan Kopi) yang berkolaborasi dengan petani Gombengsari dan Dusun Kakao. Program tersebut akan dilanjutkan pada November mendatang melalui peluncuran ‘Ada Apa dengan Cheese’ yang berbasis produk lokal.


Sejumlah hasil perkebunan lokal kemudian diolah melalui konsep fine dining. Produk tersebut disajikan dengan pendekatan kuliner modern untuk memperkenalkan bahan pangan lokal Banyuwangi dalam bentuk sajian yang berbeda.


“Membangun pariwisata tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan butuh sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, UMKM, hingga seniman,” tuturnya.


Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani melalui Plt KaDisbudpar Banyuwangi, Hartono, memberikan apresiasi atas pelaksanaan KKN dan konsistensi Kokoon Hotel dalam melibatkan UMKM serta pelaku seni lokal.


“Ini langkah luar biasa. Kokoon Hotel tidak hanya mempromosikan usahanya, tapi juga bergandeng tangan membantu mensinergikan program Pemkab Banyuwangi,” ujar Hartono.


Hartono mengatakan Pemkab Banyuwangi akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat sektor pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Sektor pariwisata juga menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. (*Adv)