Mahasiswa Memberikan Edukasi dan Sosialisasi kepada Anak-anak di Desa Genteng Kulon (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Berbagai kegiatan edukasi dan sosial mewarnai pelaksanaan KKN Berdampak 131 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Fahmi Dwi Mawardi menyampaikan, selama pelaksanaan KKN, mahasiswa hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan edukasi di sekolah, pendampingan posyandu, hingga kegiatan kreativitas bersama anak-anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Griya An-Nur.
"Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Fahmi.
Pada Rabu-Kamis (12-13/08/2026), mahasiswa KKN 131 mengunjungi SD Muhammadiyah 6 Genteng dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Banyuwangi untuk memberikan edukasi dan sosialisasi. Kelompok 131 dibagi menjadi beberapa tim agar kegiatan dapat berlangsung lebih efektif dan interaktif.
Di tingkat sekolah dasar, siswa diajak memahami pentingnya saling menghargai, mencegah bullying, serta membangun kebiasaan menabung dengan membedakan kebutuhan dan keinginan.

Sementara itu, anak-anak TK mendapatkan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta cara menyikat gigi yang benar. Didampingi guru-guru sekolah, anak-anak tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga ikut berinteraksi dan mempraktikkan kebiasaan sehat secara langsung.
Kegiatan kemudian berlanjut di Posyandu Balita dan Posyandu Lansia Desa Genteng Kulon. Bersama kader posyandu, mahasiswa membantu proses registrasi, penimbangan, pengukuran, dan pencatatan balita, sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pencegahan stunting, pemenuhan gizi, pola asuh, kebersihan, dan pemantauan tumbuh kembang anak.
Pada Posyandu Lansia, mahasiswa menyampaikan edukasi mengenai Diabetes Melitus, mulai dari faktor risiko, pola makan, aktivitas fisik, hingga pentingnya melakukan pemantauan kesehatan secara rutin. Kehadiran mahasiswa di posyandu diharapkan dapat menambah wawasan peserta sekaligus mendukung kegiatan pelayanan kesehatan yang telah berjalan di masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan dan pendidikan, Kelompok 131 juga berbagi semangat bersama anak-anak LKSA Griya An-Nur pada Jumat, 14 Agustus 2026. Sebanyak 23 anak mengikuti kegiatan yang memadukan edukasi, motivasi, dan kreativitas. Kegiatan diawali dengan “Awan Mimpi”, ketika anak-anak menuliskan cita-cita dan harapan mereka, kemudian dilanjutkan dengan motivasi untuk membangun rasa percaya diri dan keberanian dalam mengejar impian.

Bersama pengurus LKSA, mahasiswa juga mengajak anak-anak membuat ecoprint totebag menggunakan daun dan tumbuhan sebagai motif alami. Anak-anak terlihat antusias memilih bahan, menyusun motif, hingga menghasilkan totebag yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Kelompok KKN atau Koordinator Desa (Kordes) Apiq Langgeng menyampaikan bahwa dari berbagai kegiatan tersebut, manfaat tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi juga oleh masyarakat yang terlibat. Anak-anak sekolah mendapatkan pengalaman baru dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat, memahami pentingnya saling menghargai, serta belajar menabung.
Peserta posyandu memperoleh tambahan pemahaman mengenai kesehatan, sedangkan anak-anak LKSA mendapatkan ruang untuk berani bermimpi, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan kreativitas melalui karya ecoprint.
"Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari, mahasiswa KKN 131 juga menyerahkan sejumlah paket sembako kepada pihak LKSA Griya An-Nur," kata Apiq.
Rangkaian kegiatan KKN Berdampak 131 UMM di Desa Genteng Kulon menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar langsung bersama masyarakat, sekaligus berbagi hal-hal sederhana yang dapat memberikan manfaat. Dengan dukungan guru, kader posyandu, dan pengurus LKSA, setiap kegiatan dapat berlangsung secara lebih dekat dan komunikatif. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat meninggalkan pengetahuan, pengalaman, dan kebiasaan positif yang tetap bermanfaat bagi masyarakat setelah kegiatan KKN selesai. (*)

