Parade Sound System Genteng Sepakati Rute Baru, Start dari Sasak Gantung

1uibhui1.jpg Musyawarah Forkopimcam Genteng Bersama Masyarakat Sebelum Parade Sound System (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Rencana parade sound system di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, sempat mengalami perubahan rute. Sejumlah warga sebelumnya menyampaikan permintaan dan saran terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.


Menindaklanjuti masukan itu, unsur Forkopimcam Genteng, panitia, kepala desa, serta para peserta parade sound system duduk bersama untuk mencari jalan tengah. Musyawarah digelar di Aula Kecamatan Genteng, Sabtu (29/8/2026).


Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog. Masing-masing pihak menyampaikan saran dan pendapat hingga akhirnya tercapai kesepakatan mengenai rute serta sejumlah aturan pelaksanaan parade.


Ketua Panitia Parade Sound System Genteng, Nur Salim, mengatakan hasil musyawarah menyepakati titik awal parade berada di Sasak Gantung, Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan dan berakhir di lampu merah Genteng Wetan.


"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, bahwasanya untuk titik start parade sound system dimulai dari Sasak Gantung dan finish di lampu merah Genteng Wetan, dengan jumlah peserta 14 tim," kata Nur Salim.


Kesepakatan rute tersebut menjadi hasil pembahasan bersama antara panitia, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, pemerintah desa, dan seluruh peserta. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan pelaksanaan parade dapat berjalan lebih tertib sekaligus tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati kegiatan.


Camat Genteng Khoirul Hidayat, dalam kesempatan tersebut berharap seluruh rangkaian pawai budaya dan parade sound system dapat berlangsung aman, lancar, dan tertib.


Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mematuhi tata tertib dan aturan yang telah disepakati bersama. Menurutnya, kepatuhan peserta menjadi bagian penting agar kegiatan hiburan masyarakat tersebut dapat berjalan nyaman tanpa mengganggu ketertiban umum.


"Semoga acara pawai budaya dan parade sound system berjalan lancar, aman, dan tertib. Kami berharap seluruh peserta bisa mematuhi tata tertib serta aturan yang sudah disepakati bersama," ujarnya.


Khoirul menegaskan terdapat sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi peserta. Salah satunya berkaitan dengan pengendalian volume suara.


"Yang pertama terkait suara, akan dikendalikan langsung oleh anggota saya. Satu sound satu anggota Polri, bersama panitia dan Koramil. Volume maksimal 85 desibel," kata Khoirul.


Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga agar parade tetap berlangsung meriah, namun tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat di sepanjang rute.


Selain pengaturan volume, peserta juga menyepakati aturan khusus ketika parade melintasi tempat ibadah. Saat berlangsung kegiatan ibadah, sound system wajib dimatikan.


"Di tempat ibadah, saat pelaksanaan ibadah, sound system harus mati dan itu sudah disepakati," tegasnya.


Ketentuan lain yang menjadi perhatian adalah penampilan peserta. Panitia dan aparat memastikan tidak ada penari erotis dalam parade. Apabila aturan tersebut dilanggar, peserta tidak akan diberangkatkan.


"Jadi tidak ada penari erotis. Kalau tetap dilanggar, peserta tidak akan diberangkatkan," ujar Khoirul.


Ketepatan waktu juga menjadi bagian dari kesepakatan. Seluruh peserta diminta menyesuaikan perjalanan parade dengan batas waktu yang telah ditentukan.


"Jam harus ditepati. Ketika jam 22.00 WIB, maka kegiatan harus berhenti dan diselesaikan atau sudah sampai garis finish," katanya.


Selain itu, seluruh peserta dilarang melakukan kegiatan yang berkaitan dengan minuman keras maupun narkoba selama parade berlangsung.


Dengan berbagai aturan tersebut, musyawarah tidak hanya menghasilkan kesepakatan mengenai perubahan rute, tetapi juga menjadi upaya bersama untuk memastikan parade sound system tetap menjadi hiburan masyarakat yang aman, tertib, dan menghormati lingkungan sekitar.


Seluruh kesepakatan yang telah dibahas bersama tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam berita acara sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan.


Sebanyak 14 tim peserta pun diharapkan dapat menjalankan parade sesuai komitmen yang telah disepakati. Dengan demikian, pawai budaya dan parade sound system di Genteng diharapkan berlangsung semarak, tetapi tetap mengedepankan ketertiban, keamanan, serta kenyamanan masyarakat. (ep)