
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Melalui Program Banyuwangi Hijau, Pemkab Banyuwangi menggelar serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang secara aman dan berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dinas terkait, masyrakat lokal, Project STOP Banyuwangi (Banyuwangi Hijau), guna mendorong aksi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Pada peringatan HPSN tahun ini, Pemkab Banyuwangi melaksanakan beragam aksi kegiatan di Taman Blambangan saat Car Free Day (CFD) Minggu (23/02/2025) pagi. Dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Dwi Yanto, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Dwi Handayani dan Project Manager Project STOP Banyuwangi Hijau, Lintong Manik.
Kegiatannya meliputi aksi bersih ruang publik, pemilahan sampah, edukasi pengelolaan dan pengolahan sampah bagi masyarakat, penanganan residu sampah, dan penguatan sistem daur ulang yang lebih efektif melalui ruang sirkular (circular corner).
“Target di 2025 ini untuk pengurangan sampah plastiknya 30 persen, kemudian untuk penanganan 70 persen. Jadi InsyaAllah tercapai di tahun 2025,” ujar Plt. Kepala DLH Kabupaten Banyuwangi, Dwi Handayani.
Hingga saat ini, lanjut Handayani, Kabupaten Banyuwangi telah memiliki 26 TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle) yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Dalam kegiatan HPSN 2025, sampah yang berhasil dicegah sebesar 128.5 Kilogram, yang terdiri dari 77 Kilogram sampah organic, 46 kilogram residu, 5,5 kilogram sampah non organik (terpilah).
Data ini menarik apabila diakumulasi perminggu, perbulan, hingga setahun. Di mana estimasi timbulan sampah pasca CFD dalam waktu 3-4 jam, setiap penyelenggaraannya bisa mencapai sedikitnya 7 ton per tahun.
Selain sampah sejenis rumah tangga baik organik maupun non-organik yang timbul selama event, kegiatan ini juga mengumpulkan sisa minyak goreng dari pedagang-pedagang UMKM, yang akan dibawa ke Bank Sampah Banyuwangi agar tidak terbuang sembarangan ke ruang publik dan mencemari lingkungan.
Kegiatan ini mendukung misi Banyuwangi sebagai kota dengan segudang event pariwisata melalui Banyuwangi Festival dengan berfokus pada penanganan sampah pasca event, di mana inisiatif ini masih sangat langka di Indonesia. Data yang akan dihasilkan adalah adanya data tonase timbulan sampah pasca event dan strategi penanganannya seperti apa.
Event HPSN kali ini juga didukung oleh PT PNM melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dengan pembuatan tempat sampah di ruang publik untuk melokalisir timbulan sampah di ruang publik.
Dengan adanya inisiatif ini, Banyuwangi Hijau berharap dapat menginspirasi lebih banyak daerah di Indonesia untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang. (rq)