Pemantauan Hilal di Pantai Pancur Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Tahun 2023 Lalu (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Tim gabungan di Banyuwangi mulai memanaskan mesin jelang penentuan 1 Syawal 1447 H. Pantai Pancur yang berada di jantung Taman Nasional Alas Purwo, kembali didapuk menjadi titik sentral rukyatul hilal yang digelar pada Kamis (19/03/2026) sore.
Pemantauan hilal tahun ini dipastikan bakal berlangsung khidmat. Jajaran teras Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi dijadwalkan turun langsung ke lokasi. Di antaranya Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, H. Ahmad Turmudzi bersama Rais Syuriyah KH Fachruddin Mannan, didampingi jajaran pengurus harian lainnya.
Kehadiran para tokoh sentral NU Banyuwangi ini menegaskan pentingnya akurasi data rukyatul hilal dari ujung timur Pulau Jawa sebagai bahan pertimbangan di Sidang Isbat pusat.
Pemilihan Pantai Pancur disetiap tiap tahunnya bukan tanpa alasan. Selain lokasinya yang jauh dari polusi cahaya kota, Pantai Pancur dianggap memiliki "jendela" ufuk barat yang paling bersih untuk memburu hilal tanpa hambatan geografis.
"Lokasi Pancur ini memang jadi titik favorit karena pandangan ke ufuk barat cukup terbuka lebar tanpa penghalang. Ini sangat krusial untuk akurasi pemantauan," kata Ketua LFNU PCNU Banyuwangi, Ghufron Mustofa saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026)>
Persiapan tim kali ini tidak main-main. Sejak jauh hari, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) bersama Tim Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kemenag Banyuwangi telah melakukan kalibrasi peralatan astronomi.
Ghufron menyebut, sterilisasi lokasi dan teknis keberangkatan tim sudah dimatangkan. Mengingat medan menuju Alas Purwo yang cukup menantang, koordinasi dengan pihak Balai Taman Nasional hingga Pemkab Banyuwangi diperketat.
"Persiapan meliputi koordinasi lokasi, pengecekan alat (teleskop), dan nanti tepat setelah Dhuhur tim inti akan langsung meluncur ke lokasi agar bisa set-up sebelum waktu pemantauan dimulai pukul 16.00 WIB," jelas Ghufron.
Meski persiapan alat sudah 100 persen, data hisab menunjukkan tantangan besar bagi para pemburu hilal sore nanti. Berdasarkan perhitungan sementara, posisi hilal diprediksi masih "pemalu" alias belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
"Secara hisab, ketinggian hilal hari ini baru sekitar 3 derajat dengan elongasi 6,09 derajat. Secara teknis, itu masih di bawah batas minimal kriteria MABIMS," terangnya.
Kondisi ini membuat hilal diprediksi bakal sulit tertangkap mata maupun lensa kamera. Jika hilal tidak terlihat hingga matahari terbenam, maka bulan Ramadan kemungkinan besar akan digenapkan (istikmal).
"Kalau melihat data hisab yang ada, ada potensi kuat Lebaran 1 Syawal jatuh pada hari Sabtu. Namun, kita tetap tunggu hasil faktual di lapangan sore nanti untuk dilaporkan ke Sidang Isbat pusat," pungkasnya. (ep)

