Tim SAR Gabungan Mengevakuasi Jasad Korban Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Senggrong Muncar (Foto: Basarnas/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Operasi pencarian nelayan yang hilang akibat kapal terbalik di Perairan Senggrong, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, resmi ditutup setelah korban terakhir berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan pada Kamis (23/07/2026) sore.
Korban diketahui bernama Hambali (56) , nelayan asal Lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 16.17 WIB setelah Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nelayan yang melihat tubuh korban mengapung di laut.
Selanjutnya, pada pukul 17.20 WIB korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 8°24'08.9" LS – 114°20'44.2" BT, atau sekitar 8,40 nautical mile dari lokasi kecelakaan kapal. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Blambangan menggunakan ambulans sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan penemuan korban merupakan hasil kerja keras seluruh unsur SAR gabungan yang selama empat hari melakukan pencarian tanpa henti melalui jalur laut maupun udara.
"Alhamdulillah pada hari keempat operasi, korban berhasil ditemukan sehingga seluruh korban dalam kecelakaan ini telah berhasil dievakuasi. Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi SAR secara resmi kami tutup sesuai prosedur yang berlaku," ujar Oka Astawa.
Menurut Oka, pencarian pada hari keempat dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Tim melakukan penyisiran di laut menggunakan Rubber Boat Basarnas, Rubber Boat Pos TNI AL Muncar, serta perahu nelayan, sementara pencarian udara dilakukan menggunakan pesawat latih Cessna C172 SP.
"Strategi pencarian kami susun berdasarkan evaluasi hari-hari sebelumnya. Seluruh potensi SAR bergerak secara terpadu, baik melalui penyisiran di laut, dukungan nelayan, maupun pemantauan dari udara agar area pencarian bisa dijangkau secara maksimal," katanya.
Oka menyampaikan, keberhasilan menemukan korban tidak lepas dari peran aktif masyarakat nelayan yang turut memberikan informasi kepada petugas di lapangan.
"Informasi dari nelayan sangat membantu proses pencarian. Begitu menerima laporan adanya objek yang diduga korban, tim langsung bergerak menuju titik tersebut hingga akhirnya korban berhasil dievakuasi. Sinergi seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan," jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, organisasi potensi SAR, dan masyarakat nelayan yang telah bekerja tanpa mengenal lelah selama empat hari. Kami juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga diberikan ketabahan menghadapi musibah ini," ucapnya.
Diketahui, kecelakaan terjadi saat korban bersama rekannya memancing di Perairan Senggrong. Kapal yang mereka gunakan diterjang ombak hingga terbalik. Rekan korban berhasil selamat, sedangkan Hambali hilang terseret arus dan menjadi fokus pencarian Tim SAR Gabungan.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Muncar, Satpolairud Muncar, Kantor Perikanan Muncar, Pokmaswas Muncar, Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi, Polsek Muncar, RAPI Muncar, serta nelayan setempat.
Menutup operasi tersebut, Oka kembali mengingatkan para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut.
"Kami mengimbau seluruh nelayan agar selalu memantau informasi cuaca, menggunakan alat keselamatan seperti jaket pelampung, memastikan kondisi kapal layak berlayar, dan tidak memaksakan melaut ketika cuaca tidak bersahabat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," pungkasnya. (ep)

