Panitia di Desa Parangharjo Songgon Klarifikasi dan Mohon Maaf Soal Biduan di Panggung Isra Miraj (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Ketua Panitia peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Dusun Bangunrejo, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Muhammad Hadiyanto, memberikan klarifikasi terkait viralnya video penampilan biduan dangdut dengan latar panggung bertuliskan “Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW”.
Hadiyanto menegaskan bahwa penampilan live musik tersebut memang benar terjadi, namun dilaksanakan setelah rangkaian acara pengajian selesai dan seluruh undangan, termasuk para kiai, telah meninggalkan lokasi kegiatan. Acara tersebut digelar pada Jumat (16/01/2026).
“Memang benar adanya, akan tetapi elektone (live musik) tersebut dilaksanakan setelah kegiatan pengajian selesai dan seluruh undangan serta kiai sudah tidak ada di tempat,” kata Hadiyanto.
Ia menjelaskan, live musik tersebut bukan bagian dari rangkaian acara peringatan Isra Mi’raj, melainkan hanya sebagai hiburan internal bagi panitia yang sedang melakukan bersih-bersih usai kegiatan.
“Dan murni (live musik) digunakan untuk menghibur panitia yang sedang melaksanakan bersih-bersih setelah kegiatan,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Hadiyanto bersama jajaran panitia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui adanya kekhilafan yang menimbulkan kegaduhan di tengah publik.
“Sebagai ketua panitia mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut,” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan penampilan seorang biduan dangdut perempuan di atas panggung dengan latar tulisan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW beredar luas di sejumlah grup WhatsApp. Dalam rekaman tersebut, biduan tampil mengenakan pakaian minim dan diiringi sejumlah pemusik.
Video itu menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. Bahkan dalam salah satu rekaman, terlihat seorang pria naik ke atas panggung dan berjoget bersama biduan tersebut.
Panitia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar serta menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (rq)

