Polisi saat Meminta Keterangan Saksi di Warung Sego Tempong (Foto: Polsek Banyuwangi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Pemilik warung Sego Tempong yang berlokasi di dekat kawasan Gesibu Blambangan, Jalan Diponegoro, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi ditemukan meninggal dunia di tempat usahanya, Selasa (03/02/2026).
Korban diketahui berinisial LW (66). Meski lahir di Banyuwangi, perempuan lanjut usia tersebut tercatat beralamat di Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.
Kapolsek Banyuwangi Kota AKP Hendry Christanto mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.20 WIB. Peristiwa itu diketahui saat sejumlah pelajar yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Hotel Blambangan hendak sarapan di warung milik korban.
“Saat masuk ke warung Pondok Tempong, para pelajar mendapati korban sudah tergeletak di kursi dalam kondisi tidak bernyawa,” ujar AKP Hendry.
Menurutnya, korban ditemukan dengan kondisi mulut mengeluarkan busa dan tidak mengenakan celana. Para pelajar tersebut kemudian melaporkan kejadian itu ke Pos Pantau Satpol PP yang berada di kawasan Gesibu.

“Satpol PP langsung meneruskan laporan ke Polsek Banyuwangi Kota,” jelasnya.
Tak lama berselang, petugas kepolisian bersama Tim DVI Polresta Banyuwangi mendatangi lokasi sekitar pukul 09.35 WIB untuk melakukan pemeriksaan awal dan proses identifikasi.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan sejumlah obat-obatan di sekitar tubuh korban yang diduga merupakan obat penyakit tertentu.
“Kami mengamankan delapan set obat Glibenclamide, sepuluh set obat Captopril, serta satu unit telepon genggam milik korban,” terang AKP Hendry.
Selanjutnya, jenazah Lindawati dievakuasi ke RSUD Blambangan guna dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
“Hasil pemeriksaan luar oleh dokter RSUD Blambangan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan,” katanya.
Berdasarkan temuan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat faktor kesehatan. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya obat-obatan serta keterangan bahwa korban kerap mengeluh sakit.
“Korban baru sekitar enam bulan membuka usaha warung tersebut dan memang sering mengeluhkan kondisi kesehatannya,” pungkas AKP Hendry. (ep)

