Anggota Satpolairud Polresta Banyuwangi saat Tinjau Kapal Crane Pengangkat Bangkai Kapal (Foto: Satpolairud/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Proses pengangkatan bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali terus berlanjut. Hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil mengangkat empat bagian buritan kapal yang berada di area paling dekat dengan badan kapal.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Ni Putu Cahyani Negara, menjelaskan bahwa pengangkatan dilakukan secara bertahap dengan fokus awal pada bagian buritan. Menurutnya, keseluruhan proses evakuasi diperkirakan akan berlangsung cukup lama.
“Yang diangkat kemarin itu dari buritan kapal. Sudah terangkat empat bagian buritan yang dekat dengan kapal. Proses ini kemungkinan berjalan sampai satu bulan setengah,” ujar Ni Putu Cahyani Negara, Senin (02/02/2026)
Selama proses evakuasi berlangsung, KSOP bersama instansi terkait juga melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi pengangkatan. Pihaknya telah menerbitkan Notice to Marine (NTM) berupa larangan bagi kapal nelayan maupun kapal lain untuk berlayar mendekati area evakuasi.
“Setiap hari kami laksanakan patroli dan sudah diterbitkan NTM atau larangan berlayar dekat lokasi evakuasi. Ini karena ada empat jangkar yang dikhawatirkan bisa membahayakan kapal dan perahu milik nelayan,” jelasnya.
Selain faktor keselamatan pelayaran, kondisi cuaca dan arus laut juga menjadi pertimbangan utama dalam proses pengangkatan bangkai kapal. Operasi evakuasi akan dihentikan sementara apabila kondisi perairan dinilai tidak aman.
“Selama proses evakuasi, apabila arus laut kuat, pekerjaan harus dihentikan. Biasanya pekerjaan dilakukan hingga sore, sekitar pukul lima atau enam. Namun jika arus dan cuaca tidak mendukung, operasi pengangkatan kami hentikan sementara,” tambahnya.
Ni Putu menegaskan, seluruh tahapan pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya melibatkan banyak pihak, mulai dari KSOP, Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polri, KPLP, hingga instansi terkait lainnya. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan sesuai prosedur. (ep)

