Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya saat Dievakuasi dari Selat Bali (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Hingga saat ini, total dua jenazah diduga korban tenggelamnya kapal tersebut telah ditemukan di perairan Gilimanuk, Selat Bali. Korban ditemukan ditengah proses evakuasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang karam pada 2 Juli 2025 lalu.
Jenazah pertama ditemukan dan langsung dievakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk proses identifikasi. Sementara jenazah kedua ditemukan dalam kondisi tidak utuh berupa body part, dan dievakuasi ke wilayah Jembrana, Bali, untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat, Minggu (1/2).
Kasatpolairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu kepastian hasil penanganan dan identifikasi jenazah kedua dari kepolisian di Bali.
“Sampai saat ini sudah ditemukan dua jenazah. Yang pertama langsung dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi, sedangkan jenazah kedua dibawa ke Jembrana, Bali,” ujar Kompol Muchammad Wahyudi.
Menurut Wahyudi, jenazah kedua ditemukan tidak jauh dari lokasi ditemukannya jenazah pertama, yakni di perairan Gilimanuk. Namun, berbeda dengan temuan sebelumnya, tidak ditemukan identitas apapun pada jenazah kedua.
“Untuk jenazah kedua sampai detik ini belum ada kejelasan dan masih menunggu informasi dari kepolisian Jembrana. Kondisinya berupa body part dan tidak ditemukan identitas,” jelasnya.
Ia menegaskan, setiap kali ada laporan penemuan jenazah yang diduga berkaitan dengan tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, pihaknya akan langsung bergerak cepat sesuai prosedur.
“Jika ditemukan kembali jenazah, prosedurnya tetap sama. Kami menerjunkan seluruh personel dengan mobilitas tinggi untuk segera melakukan evakuasi,” imbuhnya.
Selain itu, Polresta Banyuwangi juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam proses pencarian dan evakuasi, mulai dari Basarnas, KSOP, TNI AL, hingga KPLP, termasuk menyiapkan kantong jenazah untuk kebutuhan di lapangan.
“Kami juga berkomunikasi langsung dengan pengawas di lapangan untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan sesuai prosedur,” kata Wahyudi.
Jenazah pertama telah dimakamkan oleh penyidik di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dekat dengan rumah warga yang diduga keluarganya. Masih diduga keluarganya karena polisi masih menetapkan status jenazah itu Mr X atau belum teridentifikasi lengkap.
Saat ditemukan, petugas menemukan KTP dan SIM yang ada di saku pakaian jenazah. Namun, polisi masih menetapkan statusnya Mr X karena data primer dan sekunder belum lengkap.
"Meskipun data sekunder itu yang melekat ada KTP dan lainnya tapi data primer belum lengkap. Data primer itu kan ada DNA, sidik jari, odontologi gigi. Gigi tidak ada kepalanya, sidik tidak ada jaringannya, data lainnya adalah DNA, dan DNA butuh waktu 2 minggu," ujar Kasi Dokkes Polresta Banyuwangi AKP Ririn Nurfiah kepada awak media. (ep)

