Ketua PC PMII Banyuwangi, Haikal Roja Hasbunallah (Foto: PMII Banyuwangi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang beredar terkait penurunan Bupati Banyuwangi. Seruan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap stabilitas sosial dan kondusivitas daerah.
Ketua PC PMII Banyuwangi, Haikal Roja’ Hasbunallah, menegaskan bahwa informasi yang beredar di tengah masyarakat harus disikapi secara bijak dan kritis. Menurutnya, hingga saat ini belum ada kejelasan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan terkait isu tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk mengedepankan nalar kritis dan tidak terpancing oleh narasi yang berpotensi memecah belah. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Banyuwangi untuk menjaga persatuan dan tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya,” ujar Haikal, Selasa (05/05/2026).
Haikal juga menilai bahwa penyebaran isu yang tidak berdasar dapat berdampak negatif terhadap stabilitas daerah, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun kepercayaan publik terhadap pemerintah. Oleh sebab itu, diperlukan peran aktif semua pihak untuk menahan diri dan tidak ikut memperluas spekulasi yang belum tentu benar.
Selain itu, PC PMII Banyuwangi mendorong agar segala bentuk aspirasi atau kritik terhadap pemerintah daerah disampaikan melalui mekanisme yang konstitusional dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini dinilai penting agar demokrasi tetap berjalan sehat tanpa menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kami percaya bahwa Banyuwangi adalah daerah yang memiliki masyarakat yang dewasa dalam berdemokrasi. Mari kita jaga bersama kondusivitas daerah ini dengan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas,” tambahnya.
Sebagai organisasi kemahasiswaan, PC PMII Banyuwangi berkomitmen untuk terus mengawal dinamika sosial dan politik secara konstruktif serta mengedepankan nilai-nilai persatuan, keadilan, dan kemaslahatan bersama. (*)

