
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Wahyudi (45), menjadi satu diantara puluhan korban selamat dalam peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Nyawanya nyaris melayang saat ia terjebak di dalam kapal yang terbalik.
Namun sopir travel asal Dusun Kedonen, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi itu terselamatkan berkat kemampuan menyelam tradisional yang dimiliki. Sebelum beralih profesi, Wahyudi sempat menjadi penyelam mencari ikan dengan bantuan kompresor.
Wahyudi menyebut tubuhnya terjebak diantara rongga-rongga kapal. Dirinya tak hafal di ruang mana tubuhnya terjebak.
"Kondisi di dalam gelap tak ada cahaya apapun. Saya gerayah-grayah (meraba-raba) dan memegangi besi satu-persatu untuk pegangan," ungkap Wahyudi saat ditemui di rumahnya, Senin (7/7/2025).
Satu persatu rongga itu dilalui Wahyundi. Hampir 5 menit ia merasa tertahan di dalam kapal yang terus menapaki jalan tenggelam.
Selain nafas panjang, Wahyudi tak ingin panik. Ia ingin selamat. Berusaha sekuat tenaga ia berenang dalam air laut yang sempat membuat matanya perih.
"Mata saya perih dan susah untuk dibuat melihat. Berusaha saya sekuat tenaga berenang menjauh dari kapal," katanya.
Wahyudi akhirnya berhasil terlepas dari jeratan kapal nahas itu. Ia sempat terombang-ambing di lautan gelap. Sampai akhirnya ia bertemu sebuah perahu kecil (sekoci).
Ia kemudian berenang mendekat. Mendekati sekoci yang isinya belasan korban selamat lainnya. Sampai pukul 06.00 WITA, dia diselamatkan perahu nelayan bersama sejumlah penumpang lainnya oleh nelayan Dusun Pabuahan, Desa Banyubiru.
Sebelum tenggelam ia mengungkapkan kapal sudah dalam kondisi miring ake kiri. Tak ada peringatan dari kru jika kapal akan tenggelam.
Wahyudi menyebut peristiwa berlangsung begitu cepat sekitar 3 menit. Kapal mengalami mati mesin ditandai dengan matinya penerangan dalam kapal (black out).
"Kapal sudah miring ke kiri dan kemudian mati lampu dan terasa sudah mau terbalik. Orang-orang semua teriak saat lampu mati. Berusaha menyelamatkan diri," ungkapnya.
Dari 9 penumpang yang ia bawa, 3 diantaranya belum diketahui nasibnya hingga kini. Sementara 6 orang lainnya selamat. Padahal, ia berusaha menyelamatkan dua penumpang yang sempat balik lagi ke bagian bawah.
Tetapi genggaman tangannya terlepas dengan salah satu penumpang perempuan. Tak diketahui nasib penumpangnya yang diketahui berasal dari Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi itu. (ep)