Pria Berbobot 200 Kg Meninggal Dunia, Proses Pemakaman Dibantu Damkarmat-Basarnas Banyuwangi

1aaay8g.jpg Petugas Damkarmat, Basarnas, serta Masyarakat Membantu Proses Pemakaman Pria Obesitas (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. ADS (35), seorang warga Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Karena memiliki bobot tubuh sekitar 200 kilogram, proses pemindahan jenazah hingga pemakaman memerlukan bantuan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi bersama Basarnas dan tim gabungan.


Pemakaman pada Senin (13/07/2026) pagi. Melalui layanan Call Center Damkarmat, keluarga almarhum meminta bantuan karena proses pemindahan jenazah tidak memungkinkan dilakukan secara manual mengingat ukuran tubuhnya.


Tim Damkarmat kemudian berkoordinasi dengan Basarnas, layanan ambulans, serta warga sekitar untuk melakukan evakuasi dari RSUD Blambangan menuju rumah duka hingga ke tempat pemakaman umum (TPU).


Dalam prosesnya, petugas menggunakan sejumlah peralatan khusus, seperti katrol, karmantel, tali webbing, carabiner, body harness, basket stretcher, hingga kendaraan operasional untuk memastikan evakuasi berlangsung aman.


Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Banyuwangi, Salam Bikwanto, mengatakan laporan permintaan bantuan diterima pada dini hari.


"Kami menerima laporan sekitar pukul 03.44 WIB. Keluarga meminta bantuan untuk mengevakuasi sekaligus mengantar jenazah dari RSUD Blambangan menuju lokasi pemakaman karena berat badan diperkirakan mencapai 200 kilogram," ujar Salam.


Usai disemayamkan di rumah duka, jenazah dibawa ke masjid untuk disalatkan sebelum diberangkatkan ke TPU di Kelurahan Lateng. Berkat kerja sama petugas gabungan dan masyarakat, seluruh rangkaian pemakaman dapat diselesaikan dengan lancar sekitar pukul 11.02 WIB.


Salam menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari keluarga, almarhum dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB setelah menjalani perawatan di RSUD Blambangan.


Sebelumnya, almarhum sempat mengalami kram pada kaki, kemudian terjatuh dan mengeluhkan sesak napas sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.


Menurut Salam, Damkarmat sebenarnya sudah terlibat sejak awal penanganan ADS.


"Dua hari sebelumnya kami juga membantu proses evakuasi dari rumah menuju RSUD Blambangan. Setelah menjalani perawatan, kami kembali diminta membantu proses pemakamannya," pungkasnya. (ep)