Program Padat Karya di Wilayah Korsda Srono, Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Program Padat Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi terus dilaksanakan di sejumlah wilayah. Salah satunya digelar Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Srono dengan melakukan normalisasi 15 saluran irigasi di tujuh daerah irigasi yang berada di Desa Temuasri dan Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, pada 6 hingga 22 Juli 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan 30 tenaga kerja yang seluruhnya direkrut dari masyarakat sekitar. Program Padat Karya merupakan kegiatan pembangunan atau penyediaan fasilitas umum yang mengutamakan tenaga kerja manusia. Program ini dirancang pemerintah untuk membuka lapangan kerja sementara, menekan angka pengangguran, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Adapun 15 saluran yang menjadi sasaran normalisasi meliputi Saluran Awu-Awu Kiri, Awu-Awu Kanan, Dam Trowongan, Dam Gumuk, PA.2 Gumuk, Sumberbandung, Korolintang Kiri, Korolintang Kanan, Ovur Kebun Gragal Kanan, Ovur Kebun Gragal Kiri, PA Marliya Kanan, PA Marliya Kiri, PA 3 Lucu, PA 2 Dam Panggung, serta Ovur PA Tojo Kidul.
Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Srono, Joko Setiyono, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengembalikan fungsi saluran yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi sekaligus memberdayakan masyarakat pra sejahtera di sekitar lokasi.
"Normalisasi ini dilakukan agar fungsi saluran kembali optimal sehingga aliran air menjadi lancar. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat," ujar Joko.
Ia menjelaskan, seluruh pekerja berasal dari warga yang masuk dalam database Unit Gawat Darurat Kemiskinan (UGDK) Banyuwangi, khususnya masyarakat kategori desil lima ke bawah yang berdomisili di sekitar lokasi kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, para pekerja membersihkan endapan lumpur, rumput liar, serta berbagai material yang menghambat aliran air. Seluruh peralatan kerja disediakan oleh Dinas PU Pengairan Banyuwangi sehingga proses normalisasi dapat berjalan sesuai target.
Menurut Joko, normalisasi saluran irigasi penting dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi air menuju areal persawahan. Dengan saluran yang kembali bersih dan berfungsi optimal, pasokan air irigasi diharapkan tetap terjaga sehingga dapat mendukung produktivitas pertanian.
Selain menjaga fungsi jaringan irigasi, Program Padat Karya juga menjadi bagian dari upaya Dinas PU Pengairan Banyuwangi dalam memberdayakan masyarakat melalui kesempatan kerja sementara. Dengan melibatkan warga sekitar, pemeliharaan infrastruktur pengairan diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (rq)

