Puting Beliung Terjang Purwoharjo Banyuwangi, 12 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Timpa Bangunan

1asshb.jpg Warga Dusun Ngadirejo, Desa Bulurejo, Kec. Purwoharjo Kerja Bakti Usai Terdampak Angin Puting Beliung (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Angin puting beliung menerjang Dusun Ngadirejo, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Minggu (26/07/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Akibatnya, 12 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang. Kerusakan paling parah terjadi di RT 08 RW 01.


Terjangan angin merusak bagian atap rumah, mulai dari genteng hingga lembaran asbes yang beterbangan. Selain itu, sejumlah pohon tumbang dan beberapa di antaranya menimpa rumah warga sehingga menambah tingkat kerusakan.


Kepala Desa Bulurejo, Widarto, mengatakan puting beliung datang secara tiba-tiba saat wilayah tersebut hanya diguyur gerimis.


"Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Berdasarkan pendataan sementara, ada 12 rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," kata Widarto, Senin (27/7/2026).


Widarto menjelaskan, selain merusak rumah warga, angin juga merobohkan sejumlah pohon yang menimpa bangunan.


"Beberapa pohon tumbang mengenai rumah warga. Sejak kejadian hingga pagi ini kami bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat masih melakukan kerja bakti membersihkan lokasi serta mengevakuasi pohon yang menimpa rumah," ujarnya.


Menurut Widarto, total kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta. Pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan BPBD Banyuwangi untuk penanganan lanjutan.


"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD. Hari ini rencananya bantuan sembako akan disalurkan kepada warga terdampak. Selanjutnya juga akan dilakukan dropping material bangunan untuk membantu perbaikan rumah warga," ungkapnya.


Salah seorang warga terdampak, Sutini, mengaku sempat panik saat angin kencang datang secara tiba-tiba. Ia mengatakan, awalnya cuaca hanya gerimis sebelum pusaran angin menerjang permukiman.


"Awalnya cuma gerimis biasa. Tiba-tiba angin datang dari arah selatan ke utara, lalu berbelok ke barat. Anginnya sangat kencang," tutur Sutini.


Menurutnya, terjangan angin membuat berbagai benda di sekitar rumah beterbangan.


"Genteng berhamburan, parabola jebol, asbes kandang juga mabur. Warga langsung panik, sebagian memilih bertahan di dalam rumah, tapi ada juga yang keluar rumah karena ketakutan," kenangnya.


Hingga kini, warga bersama aparat dan relawan masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan serta memperbaiki rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat puting beliung. (ep)