Fakta Medis Bayi dalam Kresek Ungu di Srono Terungkap, Diperkirakan Baru Lahir 1–2 Hari

1mien1.jpg Jasad Bayi saat Ditangani Tim Medis Puskesmas Wonosobo Usai Ditemukan di Aliran Sungai (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Fakta medis terkait penemuan jasad bayi laki-laki dalam kantong plastik ungu di aliran sungai Rejoagung-Bagorejo Dusun Sumbergroto Kidul, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono mulai terungkap. Bayi tersebut diperkirakan baru dilahirkan sekitar satu hingga dua hari sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.


Dari hasil pemeriksaan, bayi memiliki panjang sekitar 50 sentimeter dengan berat badan kurang lebih 3.500 gram. Saat ditemukan, tubuhnya sudah menunjukkan tanda-tanda kaku mayat dan lebam, tanpa pakaian, serta tali pusat telah terpotong. Ditemukan pula luka lecet di bagian bokong kiri serta cairan yang keluar dari anus.


Secara fisik, kepala bayi tampak simetris dengan rambut hitam tipis. Wajah terlihat membiru dan membengkak, sementara kedua mata dalam kondisi tertutup dan selaput mata tampak keruh. Pada bagian hidung, ditemukan busa keluar dari kedua lubang hidung, namun tidak ada tanda patah tulang. Telinga dan rahang juga tidak menunjukkan tanda kekerasan, meski rahang dalam kondisi kaku.


Di bagian tangan, terdapat lepuhan (bullae) pada punggung tangan kiri berukuran sekitar 3x3 sentimeter. Sedangkan pada kaki kiri, ditemukan kulit yang terkelupas sekitar dua sentimeter.


Kepala Desa Rejoagung, Sonhaji, mengatakan peristiwa ini mengejutkan sekaligus menyisakan duka mendalam bagi warga. Ia menyebut penemuan bayi tersebut pertama kali dilaporkan warga yang curiga dengan benda mengapung di saluran irigasi.


“Warga awalnya mengira itu boneka yang hanyut di saluran irigasi. Tapi setelah didekati dan tercium bau menyengat, akhirnya dibuka dan ternyata bayi. Semua langsung kaget dan panik,” ujar Sonhaji.


Menurutnya, lokasi penemuan berada di area yang cukup sering dilalui warga menuju sawah, sehingga cepat diketahui oleh masyarakat sekitar.


“Tempatnya memang di jalur aktivitas warga ke sawah, jadi begitu ada yang melihat langsung ramai. Warga kemudian melapor ke perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian,” jelasnya.


Sonhaji menambahkan, pihak desa langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan tenaga kesehatan untuk penanganan awal di lokasi kejadian.


“Kami dari pemerintah desa langsung koordinasi dengan Polsek dan puskesmas. Penanganan dilakukan sesuai prosedur, termasuk evakuasi dan pemeriksaan medis,” ungkapnya.


Ia juga mengaku prihatin dengan kejadian tersebut dan berharap pelaku segera terungkap.


“Kami sangat prihatin, ini menyangkut nyawa bayi yang tidak berdosa. Harapan kami pelaku bisa segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Sonhaji.


Lebih lanjut, Sonhaji mengungkapkan pihaknya telah mencoba menelusuri kemungkinan adanya warga yang baru saja melahirkan, termasuk berkoordinasi dengan bidan desa. Namun hingga saat ini belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada pelaku.


“Kami sudah melakukan pendataan dan komunikasi dengan bidan desa, tapi sejauh ini belum ada informasi warga yang melahirkan dalam waktu dekat dengan kejadian ini,” tambahnya.


Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengetahui hal-hal mencurigakan yang berkaitan dengan kasus tersebut.


“Kalau ada informasi sekecil apa pun, kami harap warga segera menyampaikan ke perangkat desa atau kepolisian. Ini penting untuk membantu pengungkapan kasus,” pungkasnya.


Hingga kini, kasus dugaan pembuangan bayi tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Aparat terus mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri kemungkinan pelaku di sekitar lokasi kejadian. (ep)