Sopir Pusing, Xenia Berisi Balita Terguling di Jalan Gajah Mada Banyuwangi

1ajibb.jpg Polisi Menunjukkan Kondisi Mobil Xenia Usai Kecelakaan Tunggal (Foto: Satlantas/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Senin (30/03/2026) pagi. Sebuah mobil Daihatsu Xenia bernopol P-1861-VA terguling setelah menabrak pembatas jalan. Di balik insiden itu, terselip aksi humanis aparat kepolisian yang sigap menenangkan korban, termasuk seorang balita.


Mobil tersebut dikemudikan HZG (61), warga Rogojampi. Saat kejadian, ia membawa istri dan cucunya yang masih kecil. Mereka diketahui hendak menuju rumah sakit karena pengemudi mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak fit.


Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfian, menjelaskan kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah selatan ke utara.


“Pengemudi mengaku dalam kondisi pusing dan berniat berobat. Namun saat di lokasi kejadian, kendaraan oleng ke kanan hingga menabrak pembatas median jalan dan terguling,” ujar Pepri.


Saat laporan kecelakaan diterima, Ipda Pepri tengah bersiap mengikuti apel pagi. Namun tanpa menunggu lama, ia langsung menuju lokasi untuk memimpin penanganan.


Setibanya di tempat kejadian perkara, mobil terlihat dalam kondisi terbalik di tengah jalan. Situasi tersebut sempat mengundang perhatian warga dan berpotensi menyebabkan kemacetan.


Pepri segera mengoordinasikan evakuasi kendaraan dengan mobil derek agar arus lalu lintas kembali lancar.


“Kami langsung lakukan evakuasi supaya tidak mengganggu pengguna jalan lain,” jelasnya.


Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, seluruh penumpang dipastikan selamat tanpa luka serius. Usai proses evakuasi, Ipda Pepri turut mengawal korban ke RS Yasmin.


Momen haru terjadi saat ia menggendong cucu korban yang masih balita. Anak tersebut tampak syok usai kejadian, dan berusaha ditenangkan oleh Pepri sambil menunggu pemeriksaan medis.


“Alhamdulillah, semua penumpang selamat,” ucapnya singkat.


Aksi tersebut menjadi potret sisi humanis aparat kepolisian di tengah tugas penegakan hukum.


Dari kejadian ini, pihak kepolisian mengingatkan pentingnya kondisi fisik saat berkendara.


“Kami imbau masyarakat, jika kondisi tubuh tidak fit, jangan memaksakan diri untuk menyetir. Lebih baik minta bantuan orang lain demi keselamatan,” tegas Pepri.


Ia menambahkan, keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik pengemudi.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa faktor kesehatan memiliki peran penting dalam mencegah kecelakaan lalu lintas. (ep)