Serap Aspirasi Warga Rejoagung Srono, Pimpinan DPRD Banyuwangi Soroti Hal Ini

20231024_125341.jpg Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto saat Reses di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono (Foto: Brian/bwi24jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Pimpinan DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto kembali melakukan serap aspirasi masyarakat atau yang lebih dikenal dengan sebutan reses. Kali ini bertempat di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi, yang merupakan desa terakhir di Kecamatan Srono yang ia kunjungi dalam agenda reses ini, Selasa (23/10/2023).


“Desa Rejoagung terakhir ya di wilayah Srono, bukanya dianak tirikan justru pengurusnya aktif-aktif, sebelum dilakukan reses sudah bekerja sekaligus banyak tokoh-tokoh yang mendukung,” ujarnya kepada BWI24Jam, Selasa (23/10/2023).


Sama seperti di desa lainnya, keluhan banyak datang dari sektor akses masyarakat khususnya jalan. 


Dian, salah satu warga mengungkapkan, selama ini di Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung kesulitan akses untuk menuju desa lain yang notabene jaraknya dekat. 


“Kami ingin dibangun jembatan yang menghubungkan antar desa dan adanya perbaikan jalan khususnya di arah sungai Dusun Sumberagung, hal ini tentunya penting karena banyak aktivitas warga lewat situ,” pintanya. 


Senada dengan Dian, warga lain bernama Suminah juga mengungkapkan hal yang sama. Dirinya ingin, jalan dari kuburan desa juga dilakukan perbaikan lantaran aspalnya sudah rusak. 


“Jalan dari kuburan ke utara arah Wonosobo sudah rusak, banyak batu-batu yang membahayakan pengendara lewat,” ungkapnya. 


Menjawab hal itu, Michael yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi menjelaskan tentang sejumlah anggaran yang sudah dipersiapkan untuk hal itu. 


“Tahun ini khusus wilayah Srono sudah diberikan 6 Milyar ditambah bulan November dianggarkan 4 Milyar berarti ada kurang lebih 10 Milyar, pada titik itu sebelum masyarakat minta sebenarnya sudah kami anggarkan,” jelasnya.


Selain itu, beberapa titik jalan rusak seperti di Dusun Sumbergroto pada bulan November sudah dijadwalkan untuk pengaspalan Hotmix. 

“Padahal itu secara aslinya hanya bisa dilakukan tahun depan, namun karena sebagai pimpinan saya memiliki akses khusus, pembangunan yang dikeluhkan masyarakat bisa segera direalisasikan,” lanjutnya. 


Tak hanya jalan, keluhan lain datang dari permasalahan pupuk yang bagi petani dinilai sangat mahal dan saat ini sulit didapatkan. 


“Kami warga yang mayoritas petani berharap dimudahkan dalam pembelian pupuk, memang benar sudah ada jatah pembelian dari pemerintah namun pada fakta di lapangan, jatah yang diberikan tidak cukup, carinya juga sulit,” ujar Nining warga Dusun Sumbergroto. 


Mengenai keluhan pupuk, Michael kembali menegaskan pada masyarakat bahwa penyebab kelangkaan pupuk itu adanya peraturan pemerintah dan menteri pusat yang berpotensi beredarnya pupuk terbatas. 


“Menyikapi hal itu, maka ijinkan saya kembali menjadi bagian dari yang berwenang untuk dapat membuat kebijakan yang tentunya memihak rakyat khususnya petani,” katanya. 


Dirinya juga turut prihatin atas beredarnya informasi yang menyebut dirinya ikut andil dalam kelangkaan pupuk bersubsidi. 

“Padahal itu secara pembatasan dari pusat, yang saya minta mari kepada pihak-pihak terkait, Dinas, Kios hingga petani turut kompak dan mengawal kebijakan yang dibuat penerintah pusat,” harapnya. 


Michael sendiri tak segan-segan akan memberikan sanksi kepada kios-kios atau penyalur pupuk yang bermain curang hingga menyebabkan beredarnya pupuk di petani tidak merata. 


“Namun dari itu semua yang terpenting dan saya fokuskan adalah peningkatan perekonomian warga desa. Saya sangat prihatin banyak warga terjerat hutang pinjaman harian,” ungkapnya.


Maka dari itu, Michael berencana akan meningkatkan perekonomian warga melalui potensi-potensi yang ada. 

“Hal ini sudah kami buat sebelumnya di Dapil 2 sebagai percontohan. Nantinya, pola yang berhasil dapat diterapkan di masing-masing desa, tak hanya di Rejoagung saja namun juga di desa lain seluruh Banyuwangi,” ujarnya. 


Lanjut Michael, banyak cara untuk mengatasi perekonomian yang dapat diterapkan di desa seperti pengembangan umkm, inovasi dari potensi lokal dan peningkatan SDM. 


“Itu nanti akan kita lakukan percontohan dan tentunya dapat diterapkan di masing-masing Desa,” pungkasnya.


Pada akhir acara, Michael juga turut mengenalkan Caleg DPRD Banyuwangi Partai Demokrat Dapil 2, Adriel Danny Kurniawan yang nantinya akan ikut mengawal wilayah Srono khususnya Rejoagung untuk mendapatkan hak-hak atau kebijakan yang menguntungkan masyarakat. (bsp)