BWI24JAM.CO.ID – Sebuah truk Canter colt diesel warna kuning dengan nomor polisi AG-9581-US mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Diponegoro, tepatnya di simpang tiga Dam 6 sebelah kanan rumah dinas pengairan, Dusun Plosorejo, Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Berdasarkan laporan yang diterima piket SPKT Polsek Cluring, kendaraan tersebut dikemudikan Difga Saila Budi Saputra (20), warga Desa Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, dengan kernet M. Faris Aziz Wafi (22), yang juga berasal dari wilayah yang sama.
Kapolsek Cluring AKP Putu Ardana, menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Setelah menerima informasi adanya laka lantas, anggota kami segera mendatangi TKP untuk melakukan penanganan, olah tempat kejadian perkara, serta memastikan kondisi korban,” ujar Putu Ardana.
Menurut keterangan saksi di lokasi, truk melaju dari arah selatan (Plampangrejo). Sesaat setelah melewati tikungan sebelum simpang tiga Dam 6, roda kiri kendaraan turun dari badan aspal. Sopir diduga tidak dapat menguasai kendaraan sehingga truk akhirnya terperosok ke depan rumah dinas pengairan.
“Diduga saat melintasi tikungan, roda kiri keluar dari badan jalan. Karena kurangnya penerangan dan faktor kelalaian, kendaraan tidak dapat dikendalikan hingga akhirnya masuk ke bahu jalan dan terperosok,” jelasnya.
Dalam kejadian tersebut, pengemudi dan kernet dilaporkan selamat, namun mengalami luka ringan. Keduanya telah mendapatkan penanganan awal. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 15 juta, dengan kerusakan pada bagian kiri truk.
Putu Ardana menambahkan bahwa kondisi jalan beraspal dengan cuaca cerah saat kejadian, namun penerangan di lokasi dinilai kurang memadai.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat melintasi tikungan pada dini hari. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan tetap waspada terhadap kondisi jalan,” pungkasnya.
Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan petugas antara lain mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengevakuasi korban dan kendaraan, mencatat keterangan saksi, serta melaporkan kejadian kepada pimpinan. Tidak terdapat hambatan dalam proses penanganan peristiwa tersebut.

