Hutan Jati Perhutani Banyuwangi Selatan Terbakar, Diduga Berawal dari Sampah yang Dibakar

1kebeu.jpg Hutan Jati Perhutani Banyuwangi Selatan Terbakar (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kebakaran kembali melanda kawasan hutan milik Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Kali ini, api membakar areal hutan jati di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Curahjati hingga memunculkan kepulan asap tebal yang terlihat dari sejumlah titik di sekitar lokasi.


Kepala BKPH Curahjati, Syarifudin, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Menurutnya, titik api muncul di petak 85 dan petak 39 wilayah Grajagan. Kobaran api baru berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan penanganan di lapangan.


"Hari ini api sudah berhasil dipadamkan. Titik kebakaran berada di petak 85 dan petak 39 wilayah Grajagan," kata Syarifudin.


Hingga kini, Perhutani masih melakukan pendataan untuk mengetahui luas kawasan hutan yang terdampak. Penyebab pasti kebakaran juga masih dalam proses pendalaman.


Meski demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke kawasan hutan jati. Kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau serta embusan angin membuat api dengan cepat meluas.


"Dugaan sementara api berasal dari aktivitas membakar sampah. Karena kondisi daun dan semak sudah kering, api kemudian merambat ke tegakan hutan jati," jelasnya.


Wakil Administratur (Waka ADM) Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Sugeng Wahono, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel Perhutani bersama tim gabungan begitu menerima laporan kebakaran.


Petugas melakukan pemadaman secara manual dengan membuat sekat bakar agar kobaran api tidak merambat ke petak hutan lainnya. Selain itu, peralatan pemadam yang tersedia juga dimaksimalkan untuk mempercepat penanganan.


"Fokus kami adalah melokalisasi api agar tidak meluas ke kawasan hutan lainnya. Syukurlah api berhasil dikendalikan," ujar Sugeng.


Perhutani mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah, membuka lahan dengan cara membakar, maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan karena berisiko memicu kebakaran.


Pendataan mengenai luas area yang terbakar serta nilai kerugian masih dilakukan oleh petugas Perhutani. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran akan dipastikan setelah proses investigasi selesai. (ep)