Waspada DBD di Banyuwangi! Peralihan Musim Jadi Waktu Rawan Penyebaran Nyamuk

13ibb.jpg Ilustrasi AI

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banyuwangi mulai menunjukkan tren peningkatan seiring masuknya masa peralihan musim atau pancaroba. Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, karena periode ini menjadi waktu paling rawan penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk.


Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus mulai terlihat sejak Maret 2026. Pada Januari dan Februari masing-masing tercatat dua kasus, sementara di bulan Maret meningkat menjadi enam kasus.


“Mulai Maret kemarin ada peningkatan kasus. Meski jumlahnya belum tinggi, tapi tren ini harus diwaspadai,” ujarnya.


Menurut Amir, kondisi cuaca yang tidak menentu saat pancaroba menjadi faktor utama meningkatnya kasus. Kombinasi hujan dan panas menciptakan banyak genangan air yang ideal sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.


“Kalau hujan disertai panas, air akan mengendap di tempat penampungan dan tidak meluap. Itu yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” jelasnya.


Ia menegaskan, masa peralihan musim memang selalu menjadi periode kritis, baik saat pergeseran dari musim hujan ke kemarau maupun sebaliknya.


Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus DBD yang menyebabkan kematian di Banyuwangi. Namun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.


“Alhamdulillah belum ada kasus meninggal dunia. Tapi kami minta masyarakat tetap waspada dan tidak menyepelekan,” tegas Amir.


Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), seperti menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.


Selain itu, Dinas Kesehatan juga menginstruksikan puskesmas dan tim surveilans di tiap wilayah untuk aktif memantau perkembangan kasus serta memberikan edukasi kepada masyarakat.


Dengan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan potensi lonjakan kasus DBD selama pancaroba dapat ditekan semaksimal mungkin. (ep)