Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi meningkatkan kerja sama lintas sektor demi mengantisipasi penyusutan pasokan air irigasi selama kemarau.
Langkah ini diawali dengan pemetaan wilayah rentan kekeringan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, menjelaskan bahwa integrasi data ini penting untuk mengidentifikasi kawasan pertanian yang kesulitan air.
"Kita sudah kerja sama dengan banyak pihak. Termasuk dengan BPBD dalam memetakan titik-titik rawan yang mengalami kekurangan air irigasi," kata Cahyanto.
Pendataan tersebut menjadi dasar penetapan langkah mitigasi yang presisi. Untuk penanganan darurat, pemanfaatan potensi air yang ada terus dimaksimalkan.
"Untuk sementara kita maksimalkan sumber daya yang ada untuk mensupport daerah-daerah yang terdampak kemarau dan kekurangan pasokan air," ungkapnya.
Secara beriringan, DPU Pengairan menggandeng Dinas Pertanian untuk menyusun wacana pembuatan sumur bor dan embung di lokasi yang minim sumber air alami. Strategi ini dirancang untuk mempertahankan produktivitas sawah sekaligus menjaga target ketahanan pangan.
"Kita konsolidasian dengan Dinas Pertanian terkait kecukupan air di beberapa titik yang selama musim kemarau itu kekurangan air," jelasnya
Sinergi antardinas diharapkan mampu menjamin kelancaran distribusi irigasi secara berkelanjutan. (*)

