Kirab Budaya Gitik Eksotis Carnival (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Mengusung tema keanekaragaman seni tradisi dan keagungan warisan lokal, parade ini sukses mengubah jalanan kota menjadi panggung seni terbuka yang megah, energik, dan penuh warna.
Ya, itu semua merupakan inisiasi kirab budaya dari masyarakat Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Bahkan, lembaga pendidikan juga turut serta dalam kegiatan tersebut.
Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon dan pemberangkatan parade kostum megah yang menampilkan perpaduan ornamen tradisional serta sentuhan kreasi kontemporer.
Sepanjang jalur kirab, para peserta menampilkan beragam formasi pertunjukan yang memukau penonton. Puluhan peraga mengenakan busana megah berukuran besar bertema budaya seperti gandrung, kuntulan, serta kostum Banyuwangi Etchno Carnival
Sajian seniman menyajikan tarian khas daerah, atraksi musik tradisional, hingga koreografi tari kolosal.
Ketua Panitia Gitik Eksotis Carnival 2026 Fungki Krisdiantoro mengucapkan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pemerintah desa, lembaga pendidikan dan seluruh masyarakat Desa Gitik.
"Tanpa kerja keras, kesabaran, dan gotong royong dari Anda semua, acara megah ini tidak akan mungkin terwujud," jelasnya.

Kepala Desa Gitik Hamzah sangat bersyukur bahwa kegiatan ini bisa meriah dan membawa harum nama desa.
"Alhamdulillah, kegiatan kirab karnaval ini dilaksanakan oleh segenap warga dan instansi sekolah dengan sangat guyub dan rukun. Tahun ini kemeriahannya terasa sangat beda, terutama berkat peran aktif para pemuda yang tergabung di SAGITIK," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kirab karnaval ini bukan sekedar hiburan, melainkan wujud nyata kebersamaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika serta bukti kuatnya rasa persaudaraan warga Desa Gitik.
"Harapan kami kegiatan ini bisa terus berjalan setiap tahunnya. Pesan kami kepada warga, mari kita saling menjaga, saling mendukung, dan memperkuat tali silaturahmi agar lingkungan kita tetap kondusif, rukun, dan kompak," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, H. Hartono, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara tersebut.
"Alhamdulillah, hari ini di Desa Gitik telah dilaksanakan kegiatan karnaval 'Gitik Eksotis 2026'. Penampilan yang dibawakan sangat beragam, mulai dari seni budaya, adat, hingga tema kepahlawanan dan semangat nasionalisme," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesuksesan agenda ini tidak lepas dari kekompakan seluruh lapisan masyarakat di empat dusun Desa Gitik, yakni Dusun Timurejo, Krajan, Sidorejo, dan Sidomulyo. Selain warga umum, barisan karnaval juga diramaikan oleh para pelajar dari tingkat SD hingga SMP di wilayah setempat.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berharap sinergitas dan semangat gotong royong warga dapat terus terjaga, sekaligus menjadi sarana edukasi kebangsaan bagi generasi muda.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa dan warga Gitik yang begitu kompak menyuguhkan pertunjukan luar biasa hari ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut untuk memupuk rasa cinta tanah air pada generasi muda," pungkasnya.
Sekedar diketahui, sepanjang gelaran berlangsung, hiburan rakyat serta puluhan stand UMKM kuliner dan suvenir turut memanjakan pengunjung yang datang dari berbagai wilayah.
Adapun instansi pendidikan yang berpartisipasi diantaranya TK Siwi Peni, SD Katolik Bakti, SMP Katolik, SMP Negeri 1 Rogojampi, SMP Negeri 3 Rogojampi. Mereka membaur dengan masyarakat Desa Gitik berjalan bersama memeriahkan Gitik Eksotis Carnival 2026. (*)

