Foto Koordinator Damkarmat Genteng Sutikno dan Ilustrasi AI (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi mengingatkan penyelenggara pertunjukan sound horeg untuk menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR). Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi kebakaran akibat gangguan pada komponen kelistrikan sound system.
Koordinator Damkarmat Genteng Sutikno mengatakan, perangkat sound system memiliki sejumlah komponen yang berpotensi mengalami korsleting. Jika tidak segera ditangani, gangguan tersebut dapat memicu kebakaran.
"Kami mengimbau pentingnya penggunaan APAR. Di situ ada komponen yang berpotensi korsleting dan bisa terjadi kebakaran," kata Sutikno, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, APAR dapat digunakan untuk melakukan penanganan awal ketika muncul api. Keberadaan alat tersebut menjadi penting karena petugas pemadam belum tentu bisa langsung menjangkau lokasi pertunjukan.
"Oleh karena itu adanya APAR dapat digunakan untuk penanganan awal. Kalau terjadi kebakaran pada peralatan sound system, sulit untuk menerjunkan mobil pemadam kebakaran ke lokasi," ujarnya.
Sutikno menjelaskan, pertunjukan sound horeg biasanya melibatkan kendaraan besar pengangkut perangkat sound. Kondisi tersebut dapat membuat akses jalan menjadi lebih sempit.
Belum lagi keberadaan penonton yang memadati jalur saat pertunjukan berlangsung. Kondisi ini berpotensi membuat kendaraan pemadam kesulitan mendekati titik kebakaran.
"Selain akses jalan yang dipenuhi kendaraan truk pengangkut sound, juga ada kerumunan warga yang pastinya memadati jalur yang dilintasi," jelasnya.
Karena itu, Sutikno meminta penyelenggara tidak hanya memperhatikan kelancaran acara, tetapi juga menyiapkan langkah mitigasi apabila terjadi keadaan darurat.
"Jadi APAR ini bisa digunakan untuk penanganan awal. Jangan sampai ketika terjadi kebakaran, kita baru mencari alat pemadam," katanya.
Imbauan tersebut disampaikan seiring masih adanya agenda pertunjukan sound horeg yang berpotensi digelar di wilayah Banyuwangi.
Dalam waktu dekat, kegiatan sound horeg disebut masih akan berlangsung di Desa Kaligondo. Selain itu, pertunjukan serupa juga berpotensi digelar di Desa Sempu, Kecamatan Sempu, pada Oktober mendatang.
Sutikno menegaskan, kesiapan alat pemadam awal menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum kegiatan berlangsung. Terlebih jika kegiatan digelar di jalur yang dipadati kendaraan dan masyarakat.
"Kalau terjadi kebakaran, mobil pemadam tidak selalu bisa langsung masuk karena aksesnya sudah penuh kendaraan dan warga. Jadi penanganan awal menggunakan APAR sangat penting," pungkasnya. (ep)

