Petugas Meninjau Lokasi Usaha Tahu yang Mulai Dilakukan Perbaikan Sistem Pengolahan Limbahnya (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Pemilik usaha tahu di Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, mulai melakukan sejumlah perbaikan terhadap sistem pengolahan limbah menyusul keluhan warga terkait bau yang ditimbulkan dari limbah usaha.
Pemilik usaha tahu, Watini, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi. Salah satunya dengan menutup bak penampungan limbah menggunakan plastik untuk mengurangi keluarnya bau.
"Ya, kami telah melaksanakan rekomendasi dari DLH, dengan menggunakan plastik untuk menutup tampungan limbah agar baunya tidak keluar," ujar Watini, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, sistem pengolahan tersebut menggunakan metode anaerob dengan kondisi tertutup. Metode itu dilakukan untuk mendukung perkembangbiakan bakteri yang berfungsi menguraikan polutan penyebab bau.
Watini menyebut, setelah dilakukan perbaikan, bau dari limbah sudah berkurang dibanding sebelumnya. Namun, pihaknya tetap melakukan sejumlah evaluasi untuk memastikan proses pengolahan limbah berjalan lebih optimal.
"Sejauh ini sudah berkurang banyak dan mengurangi bau yang sebelumnya sempat dikeluhkan warga," katanya.
Saat ini terdapat lima kolam dalam rangkaian pengolahan limbah. Dua kolam digunakan untuk proses sedimentasi, dua kolam untuk aerasi, dan satu kolam lainnya sebagai bioindikator.
Watini menjelaskan, pihaknya sebelumnya juga sempat melakukan studi banding mengenai pengolahan limbah dengan sistem biogas. Bahkan, ia berinisiatif membuat instalasi sendiri dengan mengeluarkan biaya sekitar Rp 25 juta.
Namun, hasil pengolahan menggunakan sistem tersebut dinilai masih belum sepenuhnya memenuhi harapan karena bau masih dirasakan oleh masyarakat sekitar.
"Namun hasilnya menurut masyarakat belum memuaskan karena masih bau. Sehingga kami berupaya melakukan uji laboratorium untuk mengetahui kadar BOD dan COD," jelasnya.
Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui kualitas limbah setelah melalui proses pengolahan. Dengan demikian, perbaikan sistem tidak hanya didasarkan pada berkurangnya bau, tetapi juga dapat diketahui dari parameter kualitas limbah.
Selain itu, Watini mengatakan pihaknya juga mengikuti rekomendasi DLH untuk melakukan pengecoran pada kolam pengolahan limbah. Saat ini, lima kolam tersebut mulai diperbaiki menggunakan konstruksi beton.
"DLH merekomendasikan untuk melakukan pengecoran, sehingga kami juga melakukan pengecoran beton untuk lima kolam pengolahan limbah," ungkapnya.
Watini menambahkan, upaya perbaikan tersebut juga dilakukan dengan mempelajari sejumlah referensi, termasuk jurnal ilmiah mengenai pengolahan limbah. Harapannya, limbah yang keluar dari rangkaian pengolahan nantinya sudah dalam kondisi lebih jernih dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Koordinator Satpol PP Kecamatan Sempu, Oktavianto Yuda, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap tindak lanjut hasil mediasi antara pemilik usaha dengan warga.
"Kami terus melakukan monitoring terkait tindak lanjut mediasi. Hasilnya, pihak pemilik usaha mulai melakukan pengerjaan saluran limbah sesuai rekomendasi dari pihak DLH," kata Yuda.
Selain melakukan perbaikan teknis, pemilik usaha juga telah berkomunikasi kembali dengan warga di sekitar lokasi usaha.
"Ditambah lagi pihak pemilik juga telah mendatangi dan berkomunikasi dengan warga sekitar terkait tuntutan warga tersebut," imbuhnya.
Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan kesepakatan hasil mediasi tidak berhenti pada penyampaian komitmen, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui perbaikan sistem pengolahan limbah.
Sebelumnya, keluhan bau limbah dari usaha tahu tersebut telah memicu pertemuan antara warga, pemerintah desa, DLH Banyuwangi, Satpol PP, serta pemilik usaha. Dalam mediasi itu, pemilik usaha diminta melakukan pembenahan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan menindaklanjuti rekomendasi teknis dari DLH.
Perbaikan sistem pengolahan kini masih berjalan. Hasil uji kualitas limbah nantinya menjadi salah satu bahan evaluasi untuk mengetahui efektivitas langkah yang telah dilakukan pemilik usaha.

