
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Gelaran karnaval kostum etnik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2024 yang semula direncanakan digelar di Kecamatan Genteng, kini harus kandas.
Wacana pemindahan lokasi ini awalnya bertujuan untuk meratakan penyelenggaraan event Banyuwangi Festival di wilayah selatan Banyuwangi dan meningkatkan perekonomian setempat. Bagaimana tidak, BEC punya data tarik besar terlebih masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) tingkat nasional.
Namun, setelah melalui kajian dan survei yang panjang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi memutuskan untuk membatalkan rencana ini dan tetap mengadakan BEC 2024 di Kecamatan Banyuwangi.
"Setelah melalui kajian-kajian bersama stakeholder tekait, kesimpulannya ternyata secara teknis BEC 2024 belum memungkinkan untuk diadakan di Kecamatan Genteng," kata Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Banyuwangi Ainur Rofiq, pada Rabu (12/06/2024).
Rofiq menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala pelaksanaan BEC 2024 di Kecamatan Genteng. Kendala tersebut meliputi pelayanan kesehatan, roda perekonomian, lalu lintas, dan faktor estetika.
Alasan pertama adalah bahwa kemeriahan Banyuwangi Ethno Carnival akan menutup atau menghambat akses menuju pelayanan kesehatan, mengganggu aktivitas dua rumah sakit di sana.
"Ini akan mengganggu aktivitas RSUD Genteng dan RS Al-Huda. Jadi kalau ada emergency, kalay terganggu ini kan akan berbahaya," terangnya.
Selain itu, rute yang direncanakan untuk BEC 2024 di Genteng juga akan mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat, terutama di Pasar Genteng yang merupakan salah satu pasar terbesar di Kabupaten Banyuwangi.
"Jika BEC digelar di Genteng, pasti akan melewati Pasar Genteng yang ramai pada sore hingga malam hari. Pasti akan menggangu perekonomian di sana," kata Rofiq.
Pertimbangan yang lain pada pengalihan arus lalu lintas. Rofiq mencontohkan pada kegiatan 17-an Agustus di Kecamatan Genteng terjadi kemacetan yang panjang. "Karena memang jalur alternatifnya tidak banyak pilihannya," ujar Rofiq, kepada BWI24Jam.
Dari segi estetika, panggung pertunjukan yang dipusatkan di RTH Maron berpotensi menyebabkan tumpukan di area panggung dan area parkir di Jalan KH. Wahid Hasyim, Genteng.
"Kajian kita panggungnya mengarah ke selatan, artinya nanti tamu atau penonton semuanya akan masuk lewat dari utara atau belakang panggung. Secara pertunjukan ini kurang bagus," bebernya.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, pimpinan Disbudpar memutuskan bahwa Banyuwangi Ethno Carnival 2024 tetap diselenggarakan di wilayah Banyuwangi Kota. "Semoga BEC selanjutnya bisa digelar di setiap wilayah di Banyuwangi," tandas Rofiq.
Rofiq juga menjelaskan bahwa sehubungan dengan adanya proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan, pusat kegiatan BEC 2024 akan dipindahkan dari SDN 1 Kepatihan ke depan Hotel Blambangan.
Ia berharap masyarakat tidak risau, karena sejumlah acara dalam Banyuwangi Festival juga bakal digelar di Genteng dan sekitarnya, seperti Batik Festival hingga Karnaval Festival Kuwung.
"Kita berupaya untuk mengadakan kegiatan festival tapi tentu harus tetap mempertimbangan teknisnya agar dapat berjalan baik," pungkasnya. (rq)