Wisata alam Green Island Banyuwangi. (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Ada satu momen yang sulit dilupakan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Green Island Banyuwangi. Bukan hanya karena pasir putihnya yang lembut atau lautnya yang jernih berwarna toska, tetapi karena suasana hening yang menyambut—seolah pulau kecil ini memang diciptakan untuk mereka yang ingin menjauh sejenak dari keramaian.
Di tengah popularitas destinasi seperti Kawah Ijen dan Pantai Pulau Merah, nama Green Island muncul tanpa banyak gembar-gembor. Namun sejak awal 2026, foto-fotonya beredar luas di media sosial. Orang-orang menyebutnya sebagai “Mini Raja Ampat”-nya Banyuwangi.
Perjalanan Menuju Ujung Selatan Banyuwangi
Green Island terletak di perairan Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran—sekitar 70 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Perjalanan darat menuju titik penyeberangan di Pantai Mustika Pancer memakan waktu sekitar dua hingga dua setengah jam.
Sepanjang perjalanan, pemandangan perlahan berubah. Gedung-gedung kota berganti dengan hamparan sawah, kebun, dan perkampungan nelayan. Jalan beraspal cukup mulus, namun suasananya semakin sunyi seiring kendaraan melaju ke selatan. Di sinilah petualangan sesungguhnya dimulai.
Dari Pantai Mustika Pancer, wisatawan harus menyeberang menggunakan perahu nelayan. Mesin perahu menderu pelan, membelah permukaan laut yang perlahan berubah warna. Biru tua di tengah, lalu hijau toska mendekati pulau.
Perjalanan sekitar 15–20 menit itu terasa singkat, tetapi cukup untuk membuat siapa pun terdiam menikmati gradasi warna laut Samudera Hindia.
Gugusan Pulau yang Membuat Terdiam
Dari kejauhan, Green Island tampak seperti bukit kecil yang tumbuh dari laut. Namun saat perahu mendekat, barulah terlihat gugusan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Formasi inilah yang membuat banyak orang membandingkannya dengan Raja Ampat.
Ketika kaki pertama kali menapak pasir putihnya, suasana sunyi langsung terasa. Tidak ada bangunan, tidak ada warung, tidak ada suara kendaraan.
Hanya debur ombak dan angin yang menyapu rerumputan di lereng bukit. Green Island adalah pulau tak berpenghuni. Keindahannya masih alami, belum tersentuh pembangunan besar.
Trekking Singkat Menuju Panorama 360 Derajat
Dari bibir pantai, sebuah jalur setapak menanjak menuju puncak bukit. Jaraknya sekitar 200 meter dengan waktu tempuh 15–20 menit.
Medannya tidak terlalu ekstrem, tetapi cukup menantang untuk membuat napas sedikit tersengal. Begitu tiba di atas, semua rasa lelah seolah terbayar lunas.
Di puncak Green Island, pemandangan terbuka tanpa batas. Laut biru membentang luas, gugusan pulau kecil tersebar di sekeliling, dan garis pantai Pancer terlihat memanjang seperti lukisan.
Inilah sudut pandang yang membuat Green Island viral. Panorama 360 derajat itu menghadirkan perasaan kecil di tengah kebesaran alam. Tidak ada pagar pembatas, tidak ada spot foto buatan. Hanya bukit, angin, dan laut yang tak bertepi.
Air Jernih dan Dunia Bawah Laut yang Masih Terjaga
Di sekitar pulau, airnya begitu jernih hingga dasar laut terlihat dari permukaan. Terumbu karang masih cukup terjaga, meski belum dikelola sebagai spot snorkeling resmi.
Tidak ada penyewaan alat di lokasi. Tidak ada pemandu khusus di dalam pulau. Semua kembali pada kesiapan wisatawan. Green Island mengajarkan satu hal penting: keindahan alam datang dengan tanggung jawab.
Perbedaan dengan Teluk Hijau
Banyak wisatawan masih keliru menyamakan Green Island dengan Teluk Hijau. Keduanya memang berada di selatan Banyuwangi dan sama-sama memiliki air kehijauan. Namun akses dan lokasinya berbeda.
Green Island berada di kawasan Pancer, sedangkan Teluk Hijau berada di Sarongan. Kesalahan navigasi bisa membuat perjalanan melenceng jauh.
Biaya yang Relatif Terjangkau
Untuk menikmati Green Island, biaya yang dikeluarkan relatif ramah di kantong. Tiket masuk Pantai Mustika Pancer sekitar Rp10.000 per orang, parkir kendaraan Rp10.000, dan sewa perahu berkisar Rp150.000 per orang untuk open trip (minimal lima orang) atau Rp750.000 untuk satu perahu penuh.
Harga tersebut bisa berubah saat musim liburan atau ketika cuaca kurang bersahabat. Namun dibanding panorama yang ditawarkan, banyak wisatawan merasa biaya tersebut sepadan.
Green Island bukan destinasi wisata yang menyediakan kenyamanan instan. Tidak ada toilet, tidak ada warung dan tidak ada sinyal internet.
Semua kebutuhan harus dibawa sendiri: air minum, bekal makanan, sunblock, topi, sandal gunung, pakaian ganti, hingga kantong sampah. Karena jika bukan wisatawan yang menjaga kebersihan, siapa lagi?
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu paling ideal mengunjungi Green Island adalah pagi hari, antara pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Pada jam-jam tersebut, ombak cenderung lebih tenang dan warna laut terlihat paling cerah.
Sinar matahari pagi memantulkan warna toska yang begitu khas. Musim barat sebaiknya dihindari karena ombak Samudera Hindia bisa lebih besar.
Selain itu, wisatawan juga perlu memperhatikan kalender adat masyarakat setempat. Pada September 2025, kawasan ini sempat ditutup sementara karena pelaksanaan upacara Petik Laut Dusun Pancer—tradisi sakral tahunan nelayan setempat.
Soal Transportasi yang Perlu Diantisipasi
Jarak 70 km dari pusat kota dengan minimnya pilihan transportasi umum menjadi tantangan nyata bagi wisatawan yang tidak membawa kendaraan sendiri. Ini yang membuat banyak wisatawan dari luar Banyuwangi memilih menggunakan layanan sewa mobil Banyuwangi sebelum memulai perjalanan.
Dengan armada yang bisa menampung 4–7 penumpang beserta seluruh perlengkapan wisata, biaya per orang jauh lebih terjangkau dibanding moda transportasi lainnya. Wisatawan juga lebih leluasa mengatur waktu keberangkatan termasuk mampir ke Pantai Pulau Merah atau destinasi lain di sepanjang jalur yang sama dalam satu hari perjalanan.
Green Island, Destinasi yang Layak Masuk Bucket List
Dengan status hidden gem yang baru viral, Green Island menawarkan sesuatu yang makin langka di era wisata massal: ketenangan, keaslian alam, dan pengalaman yang belum terlalu ramai.
Bagi wisatawan yang ingin merencanakan perjalanan ke Green Island beserta destinasi-destinasi wisata Banyuwangi lainnya, informasi lengkap seputar transportasi dan layanan rental mobil bisa ditemukan di AyoBanyuwangi.id, platform lokal Banyuwangi yang menyediakan berbagai informasi wisata dan layanan sewa kendaraan.
Satu syarat utama menikmati Green Island: persiapkan perjalanan dengan matang. Karena semakin jauh dari keramaian, semakin indah pemandangan yang menanti.(*)

