Dinas PUCKPP Banyuwangi Gelar Pelatihan Konstruksi, Puluhan Tukang Belajar Teknik Pemasangan Rangka Plafon yang Tepat

1bub1.jpg Pelatihan Konstruksi Rangka Plafon oleh Dinas PUCKPP Banyuwangi Bersama HAPI (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUCKPP) Kabupaten Banyuwangi melalui Bidang Cipta Karya menggelar Pelatihan Konstruksi Rangka Plafon bekerja sama dengan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI), Selasa (14/07/2026).


Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang jasa konstruksi melalui pelatihan berbasis kompetensi yang memadukan materi teori dan praktik.


Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan tersebut setelah sebelumnya mendaftar secara daring. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, khususnya masyarakat yang berprofesi sebagai tukang bangunan.


Kepala Dinas PUCKPP Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi melalui Plt. Kepala Bidang Cipta Karya, Meylia Maharani, mengatakan pelatihan tersebut difokuskan pada keterampilan dasar pemasangan konstruksi rangka plafon agar sesuai dengan standar yang berlaku.


"Ini memang pelatihan dasar buat para tukang supaya bisa memasang secara tepat. Nah, nanti dari pelatihan ini bisa jadi bekal buat mereka kalau mau sertifikasi," ujar Meylia kepada BWI24Jam.


Menurut Meylia, pemasangan konstruksi harus dilakukan dengan benar karena berpengaruh terhadap kekuatan dan ketahanan bangunan. Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan karakteristik material, khususnya baja ringan, sehingga mampu menerapkan teknik pemasangan yang sesuai.


"Pemasangan konstruksi ada standarnya. Tiap material itu punya karakteristik masing-masing. Nah, ini yang dilatih kemarin baja ringan," jelasnya.


Melalui pelatihan ini, Dinas PUCKPP Banyuwangi berharap dapat mencetak tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan profesional sehingga mampu mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas di Banyuwangi.


Meylia menambahkan, pelatihan serupa diharapkan menjadi agenda rutin setiap tahun mengingat manfaatnya tidak hanya bagi proyek pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat umum.


"Karena manfaatnya juga banyak ya untuk meningkatkan kualitas. Enggak hanya pekerjaan di pemerintahan, tapi juga secara umum. Karena yang kita jaring juga bukan tukang-tukang yang kerja di pemerintahan, kita juga menjaring masyarakat umum," pungkasnya. (rq)