BPVP Banyuwangi Paparkan Program Pelatihan TMT di Hadapan Puluhan Media

narasumber_bpvp_banyuwangi_januari2025.jpg Acara Ngobrol Pintar Ketenagakerjaan Bersama Media Online Banyuwangi yang Digelar BPVP Banyuwangi (Foto: Riqi/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi mengadakan acara bertajuk "Ngobrol Pintar Ketenagakerjaan Bersama Media Online Banyuwangi" pada Sabtu (25/01/2025). Acara yang berlangsung di Kulino House ini dihadiri sekitar 30 perwakilan media dari berbagai platform di Bumi Blambangan.


Kepala BPVP Banyuwangi, Arsad, yang berhalangan hadir, diwakili oleh Bidang Pemberdayaan BPVP Banyuwangi, Amrullah, yang menjadi narasumber utama dalam diskusi tersebut. Dalam pemaparannya, Amrul menjelaskan peran dan tugas BPVP yang berada di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan.


"Sependek pengetahuan saya, kita sering sama Disnaker (Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi) kalau di sini (Banyuwangi). Bupati juga pernah ke BPVP, bahkan pembangunan atas usulan dari daerah," kata Amrul menjawab pertanyaan salah satu wartawan.


Salah satu program unggulan BPVP Banyuwangi yang dibahas dalam acara ini adalah Tailor Made Training (TMT) atau pelatihan yang disesuaikan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, lembaga, maupun komunitas.


"Programnya berdasarkan usulan dari dunia usaha. TMT sangat fleksibel, selama memiliki legalitas bisa diusulkan TMT yang difasilitasi BPVP. Mau itu UMKM, komunitas, usaha kecil, besar, yang penting punya legalitas yang jelas," terangnya.


Program pelatihan TMT telah dilaksanakan di wilayah kerja meliputi Kabupaten Banyuwangi, Jember, Lumajang, Pasuruan, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, dan Kota Probolinggo atau dikenal dengan wilayah Tapal Kuda.


Proses pengajuan program pelatihan ini dimulai dengan pengajuan melalui e-proposal, dilanjutkan dengan verifikasi administrasi yang mencakup legalitas lembaga pengusul, dan kurikulum yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).


Salah satu contoh yang telah melaksanakan program ini adalah pelatihan pemandu wisata dari komunitas tour guide Gunung Raung. Dan yang saat ini diperbincangkan ialah pelatihan untuk pemandu karaoke (LC) di salah satu tempat hiburan di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi akhir tahun 2024 lalu.


BPVP Banyuwangi juga menyediakan berbagai pelatihan kejuruan di Gedung BPVP Banyuwangi yang terletak di Kecamatan Muncar. Pelatihan di sana meliputi kejuruan TIK (Teknologi, Informasi dan Komunikasi), Otomotif, Garmen Apparel, Processing, Pariwisata, Pertanian, Teknik Las.


“Pelatihannya bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme SDM sekaligus mendukung keberlanjutan dunia industri maupun dunia usaha,” tambahnya.


Acara ini menjadi ajang diskusi tanya jawab antara BPVP Banyuwangi dan media untuk memperluas informasi terkait pelatihan vokasi. (rq)