Diduga Berawal dari Bakar Sampah, Kebakaran Nyaris Hanguskan Rumah di Muncar Banyuwangi

1auiag.jpg Petugas Damkar Datangi Lokasi Kebakaran di Wilayah Desa Tembokrejo, Kec. Muncar (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Sebuah rumah di Jalan Siti Hinggil, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, nyaris dilalap api, Senin (27/07/2026) sore. Beruntung, api berhasil dipadamkan warga sebelum merembet lebih luas, sehingga kerusakan dapat diminimalkan.


Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi sekitar pukul 16.24 WIB. Personel Damkarmat Sektor Srono langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 16.35 WIB untuk melakukan penanganan serta memastikan tidak ada titik api yang masih berpotensi menyala kembali.


Koordinator Damkarmat Sektor Srono Herry Siswanto mengatakan, saat petugas tiba di lokasi, api utama telah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan kondisi benar-benar aman.


"Sesampainya di lokasi, api utama sudah berhasil dipadamkan oleh warga. Tim kemudian melakukan asesmen dan pengecekan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa sehingga tidak terjadi penyalaan kembali atau re-ignition," kata Herry Siswanto.


Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, dugaan sementara kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah di belakang rumah yang kemudian merembet ke bagian bangunan.


"Dari keterangan pemilik rumah, sebelum kejadian ada aktivitas pembakaran sampah kayu di belakang rumah. Dugaan sementara, api kemudian merembet hingga mengenai bagian rumah," ujarnya.


Herry menjelaskan, setelah api dipastikan padam, petugas juga melakukan proses overhaul, yakni membongkar bagian-bagian yang berpotensi masih menyimpan bara api agar kebakaran tidak kembali muncul.


"Setelah api padam, kami melakukan overhaul dan memastikan seluruh titik yang berpotensi menyimpan bara sudah benar-benar aman. Ini merupakan prosedur standar agar tidak terjadi kebakaran susulan," jelasnya.


Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 2 x 3 meter, sementara nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.


Herry juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama pada musim kemarau yang membuat material di sekitar lebih mudah terbakar.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan atau meninggalkan api tanpa pengawasan. Pada musim kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran meningkat sehingga diperlukan kewaspadaan lebih," pungkasnya. (ep)