Petugas Damkarmat Menangani Mur Tersangkut di Jari Siswi SMK di Genteng Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Keisengan seorang siswi SMK swasta di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, berujung merepotkan. Saat mengikuti praktik di kelas, jari manisnya tersangkut mur roda sepeda motor hingga tidak bisa dilepaskan, Selasa (15/9/2026).
Siswi tersebut diketahui bernama Alfiyanti (18). Insiden itu terjadi saat kegiatan praktik berlangsung pada sekitar pukul 10.30 WIB.
Guru kelas, Debby Efriyansika, mengatakan kejadian bermula ketika para siswa tengah mengikuti praktik yang dilakukan secara berkelompok. Saat itu, ia sedang mengawasi kelompok siswa lainnya.
"Ketika waktu praktik, dia iseng-iseng memasukkan mur ke jari manisnya. Sebelumnya sudah selalu diingatkan untuk tidak bergurau saat praktik berlangsung," kata Debby.
Menurutnya, Alfiyanti kemudian memasukkan mur roda berdiameter sekitar 24 milimeter ke jari manisnya. Namun, mur tersebut justru tersangkut dan tidak dapat dilepaskan.
"Jadi praktiknya dibagi kelompok. Kebetulan saat kejadian saya mengawasi kelompok yang lain. Saat itu Alya iseng-iseng memasang mur roda," jelasnya.
Mur yang terpasang di jari tersebut semakin sulit dilepaskan. Karena tidak berhasil dilepas secara manual, pihak sekolah kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan.
Koordinator Damkar Genteng, Sutikno, mengatakan petugas menggunakan peralatan khusus untuk melepaskan mur tersebut. Salah satunya berupa gerinda mini yang digunakan secara hati-hati agar tidak melukai jari siswi.
"Untuk proses pelepasan, kami menggunakan peralatan khusus berupa gerinda mini. Karena berpotensi menimbulkan panas, jari siswi juga dibalurkan air untuk mengurangi rasa panas selama proses pemotongan mur," kata Sutikno.
Menurut Sutikno, proses evakuasi membutuhkan ekstra kehati-hatian. Petugas tidak bisa sembarangan memotong mur karena posisi benda tersebut menempel langsung pada jari.
"Proses pelepasannya memang membutuhkan ekstra kehati-hatian. Petugas juga harus terlatih karena penanganannya harus dilakukan dengan tepat agar tidak sampai melukai jari," jelasnya.
Petugas kemudian secara perlahan memotong bagian mur hingga akhirnya berhasil dilepaskan dari jari siswi tersebut. Setelah mur berhasil dikeluarkan, petugas memastikan kondisi jari siswi sebelum penanganan dinyatakan selesai.
Sutikno mengimbau masyarakat maupun pelajar untuk lebih berhati-hati ketika menggunakan benda-benda yang memiliki ukuran dan bentuk tertentu. Kejadian semacam ini bisa terjadi ketika sebuah benda dipasang secara iseng tanpa memperhitungkan kemungkinan sulit dilepaskan.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi siswa untuk tidak bercanda dengan peralatan maupun komponen kendaraan saat mengikuti praktik. Terlebih, penggunaan alat praktik seharusnya dilakukan sesuai fungsi dan arahan guru untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. (ep)

