Kunjungan Wisatawan di Pantai Pulau Merah Banyuwangi pada Momen Libur Tahun Baru (Foto: Eko/BWI24Jam)
Banyuwangi – Lonjakan kunjungan wisatawan ke Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, saat libur Tahun Baru 2026 membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata. Ribuan wisatawan yang datang berdampak langsung pada meningkatnya omzet pedagang lokal.
Berdasarkan data pengelola, jumlah pengunjung Pantai Pulau Merah pada Kamis (1/1/2026) mencapai 8.000 orang atau naik hampir empat kali lipat dibanding hari biasa yang hanya berkisar 2.000 hingga 3.000 pengunjung. Lonjakan ini membuat aktivitas ekonomi di kawasan pantai menggeliat sejak siang hingga sore hari.
Pedagang kuliner menjadi sektor paling merasakan dampak. Warung-warung yang menjual ikan bakar, rujak, mi instan, hingga kelapa muda tampak dipadati pembeli. Bahkan sejumlah pedagang mengaku dagangannya habis sebelum matahari terbenam.
“Kalau hari biasa paling habis satu tabung gas, ini bisa dua sampai tiga tabung. Jualan juga lebih cepat habis,” ujar Sulastri, pedagang makanan di kawasan Pantai Pulau Merah.
Selain kuliner, UMKM lain seperti penyewaan tikar, penjual suvenir, hingga jasa parkir juga mengalami peningkatan pendapatan. Penyewaan tikar yang biasanya sepi, kali ini nyaris tanpa jeda karena wisatawan datang berkelompok bersama keluarga.
“Sejak siang sudah penuh. Tikar muter terus, baru dikembalikan langsung dipakai lagi,” kata Rahmat, penyedia jasa sewa tikar.
Jika dirata-rata satu wisatawan membelanjakan uang sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk makanan, minuman, dan jasa selama berada di pantai, maka potensi perputaran uang dari 8.000 pengunjung diperkirakan mencapai Rp 400 juta hingga Rp 800 juta hanya dalam satu hari. Angka tersebut sepenuhnya berputar di tingkat lokal, terutama dinikmati pelaku UMKM dan warga sekitar.
Pengelola Pantai Pulau Merah, Sajid, mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan saat libur panjang Natal dan Tahun Baru menjadi momentum penting bagi pemulihan ekonomi masyarakat pesisir.
“Kalau ramai seperti ini, dampaknya langsung ke warga. UMKM hidup, tenaga parkir dan kebersihan juga ikut bekerja. Ini yang kami jaga, supaya wisata tetap aman dan nyaman,” ujar Sajid.
Menurutnya, geliat ekonomi selama libur Nataru memberi suntikan pendapatan tambahan bagi warga yang sebelumnya terdampak penurunan kunjungan di hari-hari biasa. Ia berharap tren positif ini terus berlanjut dengan dukungan promosi dan perbaikan fasilitas wisata.
Pantai Pulau Merah sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Banyuwangi dengan daya tarik pasir putih, ombak untuk selancar, serta panorama sunset yang menjadi favorit wisatawan. Dengan tiket masuk yang terjangkau, kawasan ini dinilai mampu menjadi lokomotif pemulihan ekonomi berbasis pariwisata dan UMKM lokal. (ep)

