Kondisi Sepeda Motor Pasca Kecelakaan (Foto: Polsek Cluring/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan sepeda motor Honda Vario warna putih terjadi di jalan desa masuk Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan satu remaja meninggal dunia di lokasi kejadian.
Motor tersebut dikendarai JOF (15), berboncengan tiga bersama dua rekannya, yakni RIF (15) dan NAU (15). Ketiganya masih berusia remaja.
Kapolsek Cluring, Putu Ardana, menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, sepeda motor melaju dari arah barat (Jajag) menuju Kantor Desa Sembulung.
“Setibanya di tikungan depan Masjid Miftahul Jannah Desa Sembulung, kendaraan melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Pengemudi diduga tidak sempat mengerem saat menikung hingga akhirnya menabrak batu besar di sisi jalan saat turun dari aspal,” ujarnya.
Akibat benturan tersebut, salah satu penumpang yang berada di posisi tengah terpental dan membentur tembok rumah warga.
“Korban NAU mengalami luka di bagian kepala belakang dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara pengemudi dan satu penumpang lainnya mengalami luka berat dan tidak sadarkan diri, kemudian dilarikan ke RS Al Huda untuk mendapatkan penanganan medis,” jelas AKP Putu Ardana.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mencatat sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan. Di antaranya kecepatan kendaraan yang tinggi, kurangnya penerangan jalan, serta kelalaian pengendara. Kondisi jalan diketahui beraspal dan cuaca saat kejadian dalam keadaan cerah.
Kerugian material akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai Rp 7 juta dengan kerusakan pada sepeda motor Honda Vario.
Petugas yang mendatangi TKP antara lain piket SPKT Polsek Cluring dan Unit Lantas Polsek Muncar. Polisi telah melakukan olah TKP, mengevakuasi korban dan kendaraan, mencatat keterangan saksi, serta melaporkan kejadian kepada atasan.
Kapolsek Cluring mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama dalam berkendara.
“Kami mengingatkan agar anak di bawah umur tidak mengendarai kendaraan bermotor dan tidak berboncengan lebih dari satu orang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. (ep)

