Ditinggal Pemilik Jenguk Orang Tua, Dapur Rumah di Cluring Banyuwangi Ambruk

1ruru.jpg Dapur Rumah Warga di Desa Tamanagung, Kec. Cluring Ambruk (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Nasib nahas dialami Muhamad Imam Maliki (38), warga Dusun Krajan, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Bagian dapur rumahnya mendadak roboh saat ditinggal pergi menjenguk orang tua di wilayah Kecamatan Muncar. 


Peristiwa itu diketahui pada Rabu (04/11/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Imam sedang berada di Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar. Ia kemudian mendapat kabar dari tetangganya bahwa bagian belakang rumahnya, tepatnya area dapur, telah ambruk.


Mendapat informasi tersebut, Imam langsung bergegas pulang untuk memastikan kondisi rumah. Setibanya di lokasi, ia mendapati sejumlah material bangunan dapur sudah runtuh dan berserakan.


Beruntung, tidak ada anggota keluarga yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Saat bangunan roboh, pemilik rumah memang sedang berada di luar wilayah Cluring.


Camat Cluring, Titik Handayani, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut seluruh keluarga pemilik rumah dalam keadaan selamat.


"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Saat kejadian, pemilik rumah sedang menjenguk orang tuanya di Tapanrejo, Kecamatan Muncar," ujar Titik, Kamis (5/11/2026).


Menurut Titik, warga sekitar langsung berdatangan setelah mengetahui kejadian itu. Mereka membantu mengamankan sejumlah barang milik korban yang masih bisa diselamatkan dari area bangunan yang roboh.


Bantuan juga berlanjut pada Kamis pagi. Sekitar pukul 07.00 WIB, warga bersama unsur pemerintah dan aparat setempat menggelar kerja bakti untuk membersihkan material bangunan yang berserakan.


"Tadi pagi sudah dilakukan kerja bakti bersama untuk menyingkirkan sisa-sisa reruntuhan. Warga ikut membantu supaya puing bangunan bisa segera dibersihkan," jelasnya.


Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan perangkat Desa Tamanagung, Kapolsek Cluring AKP Putu Ardana, Danramil Cluring, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta masyarakat setempat.


Titik mengatakan, keterlibatan berbagai unsur itu merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang tertimpa musibah. Ia berharap bantuan bersama tersebut dapat meringankan beban keluarga korban, terutama dalam membersihkan area rumah yang terdampak.


"Kami bersama pemerintah desa, TNI-Polri, dan masyarakat berupaya membantu keluarga korban. Harapannya, proses pembersihan bisa segera diselesaikan sehingga kondisi di sekitar rumah kembali aman," imbuhnya.


Berdasarkan informasi awal, robohnya bagian dapur diduga dipengaruhi konstruksi bangunan yang kurang kokoh. Rumah tersebut diperkirakan dibangun pada 2024. Meski demikian, penyebab pasti ambruknya bangunan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.


Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 70 juta. Sementara itu, proses pembersihan sisa bangunan dilakukan secara gotong royong oleh warga dan unsur terkait. (ep)