Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Timur, Arumi Bachsin Kunjungi Banyuwangi (Foto: Silvi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Posyandu menjadi salah satu garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terutama melalui upaya pencegahan penyakit dan penanganan stunting. Karena itu, penguatan kapasitas kader serta perluasan cakupan layanan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Posyandu ini sebetulnya salah satu sistem kesehatan garda paling depan. Perspektif posyandu itu adalah preventif, bukan kuratif. Berbeda dengan rumah sakit,” kata Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Timur, Arumi Bachsin, saat berkunjung ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Selasa (03/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Arumi mengikuti agenda penguatan kelembagaan Posyandu yang dihadiri pengurus TP PKK, perangkat daerah, serta ratusan kader posyandu. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peninjauan pelayanan imunisasi balita dan penyerahan bantuan paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Arumi menjelaskan, Pemprov Jawa Timur akan melaksanakan kegiatan serupa di 30 kabupaten/kota. Agenda tersebut mencakup penyaluran makanan tambahan bagi bayi dan balita, termasuk ibu menyusui, serta pembekalan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada para kader.
Menurutnya, tugas kader posyandu kini semakin luas. Tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga mencakup aspek sosial, pendidikan keluarga, hingga kondisi rumah sehat dan layak huni.
Arumi juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan posyandu terdekat, terutama untuk memantau tumbuh kembang anak dan memperoleh pelayanan kesehatan preventif.
Sementara itu, Ketua TP PKK Banyuwangi Anna Nazil Hanim Mujiono menyampaikan bahwa penguatan posyandu dan pemberdayaan kader menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka stunting. Ia juga menekankan perlunya peran orang tua dalam menerapkan pola asuh dan pola makan yang baik.
"Upaya pencegahan stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui pelayanan posyandu saja, peran orang tua dalam menerapkan pola asuh dan pola makan yang baik menjadi kunci utama," ujar Anna.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan stimulan paket PMT untuk balita serta bingkisan apresiasi kepada kader posyandu. (sf-rq)

