Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) saat Menghadapi Unjuk Rasa di Depan Depo Pertamina (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Suasana Depo Pertamina PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, mendadak diwarnai insiden kebakaran tangki dan aksi unjuk rasa warga, Selasa (3/11/2026).
Sekitar pukul 09.00 WIB, kebakaran dilaporkan terjadi di Tangki 17 yang berisi Pertalite dengan kapasitas 20.000. Tim brigade penanggulangan api Pertamina langsung bergerak melakukan pemadaman. Penanganan juga melibatkan sejumlah unsur eksternal, di antaranya Damkar, Lanal Banyuwangi, Kodim Banyuwangi, Polsek KP3, Polsek Kalipuro, Polresta Banyuwangi, BPBD, serta tim medis.
Setelah proses penanganan berlangsung, kondisi dinyatakan terkendali. Pada pukul 10.24 WIB, status keadaan darurat di Integrated Terminal Tanjung Wangi dicabut dan situasi kembali kondusif.
Tak lama berselang, sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di depan area terminal. Massa sempat mendorong barisan petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk objek vital nasional. Pihak Pertamina kemudian melakukan pendekatan dan memberikan kesempatan kepada perwakilan massa untuk melakukan mediasi di kantor terminal.

Namun, seluruh rangkaian kejadian tersebut merupakan bagian dari Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang digelar Pertamina. Simulasi ini mencakup penanganan kebakaran tangki serta pengendalian situasi saat terjadi aksi unjuk rasa.
Integrated Terminal Manager Tanjung Wangi, Feri Saparudin, mengatakan simulasi PKD merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun di seluruh terminal Pertamina. Pada pelaksanaan kali ini, simulasi berada pada level 0 atau belum mengalami eskalasi ke level 1.
"Untuk kegiatan simulasi PKD ini dilakukan setiap setahun sekali. Dan ini memang rutin di IT Tanjung Wangi dan seluruh terminal Pertamina. Di mana untuk kegiatan saat ini level 0, jadi memang kondisinya belum eskalasi ke level 1," kata Feri.

Kegiatan ini bertujuan melatih kesiapsiagaan personel, menguji keandalan sarana dan fasilitas, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan koordinasi internal maupun dengan pihak eksternal. Pada kesempatan ini, warga sekitar menerima bantuan paket sembako.
Sejumlah unsur turut terlibat dalam simulasi tersebut, di antaranya Lanal Banyuwangi sebanyak enam personel, Kodim delapan personel, Polsek Kalipuro dan Polsek KP3 masing-masing lima personel, BPBD sembilan personel, serta Damkar tujuh personel dengan satu armada. (rq)

