Pembersihan Gorong-gorong dari Sampah Pascabanjir di Wilayah Kecamatan Kalibaru (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Saluran air yang tersumbat sampah hingga ranting dan dahan pohon menjadi salah satu faktor yang diduga memicu banjir di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Pascabanjir yang menggenangi halaman sekitar 20 rumah warga di Dusun Margomakmur, Desa Kalibaru Kulon, petugas bersama masyarakat bergerak membersihkan gorong-gorong dan saluran air.
Pembersihan dilakukan sehari setelah banjir dan berlanjut hingga Rabu (04/11/2026). Sejumlah unsur lintas sektor terlibat, mulai dari TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPBD, hingga warga setempat.
Agen Informasi Bencana BPBD Jawa Timur, Ismanto, mengatakan kegiatan tersebut difokuskan pada saluran air yang mengalami penyumbatan. Sampah serta material berupa ranting dan dahan pohon yang menumpuk di gorong-gorong diangkat agar aliran air kembali lancar.
"Lintas sektor bersama masyarakat melakukan giat bersih-bersih kali dan gorong-gorong yang menjadi salah satu penyebab genangan air yang melanda 20 rumah," kata Ismanto, saat dikonfirmasi, Rabu (04/11/2026).
Menurut Ismanto, pembersihan ini menjadi bagian dari penanganan setelah banjir sekaligus upaya mengurangi potensi genangan serupa. Saluran yang tersumbat dapat menghambat aliran air, terutama ketika hujan turun dalam durasi panjang.
"Pembersihan dilakukan sehari pascabanjir dan berlanjut hingga hari ini. Sasarannya gorong-gorong yang tersumbat material sampah maupun ranting dan dahan pohon," jelasnya.
Dia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur diperlukan agar penanganan dapat dilakukan bersama-sama. Masyarakat setempat juga turut membantu membersihkan material yang menghalangi aliran air.
"Semua unsur terlibat, mulai dari TNI-Polri, kecamatan, desa, BPBD, sampai masyarakat setempat. Kami bersama-sama melakukan pembersihan agar saluran air tidak lagi terhambat," imbuh Ismanto.
Sebelumnya, genangan air melanda halaman sekitar 20 rumah di Dusun Margomakmur, Desa Kalibaru Kulon. Ketinggian air dilaporkan berkisar dari mata kaki hingga betis orang dewasa. Air berangsur surut sekitar pukul 14.00 WIB.
Wilayah tersebut dikenal kerap mengalami genangan saat hujan deras. Hujan yang turun sepanjang malam diduga membuat aliran sungai meluap, sementara gorong-gorong yang tersumbat menghambat pembuangan air.
Melalui kegiatan pembersihan tersebut, saluran air diharapkan kembali berfungsi dengan baik sehingga risiko genangan dapat ditekan. Warga juga diharapkan ikut menjaga kebersihan saluran dan tidak membuang sampah sembarangan agar sumbatan tidak kembali terjadi.
Penanganan ini menjadi salah satu langkah antisipasi menghadapi potensi hujan berikutnya, terutama di wilayah yang selama ini berulang kali mengalami genangan. (ep)

