DPRD Banyuwangi Gelar RDP, Pembangunan Sekolah Rakyat Ditargetkan Selesai untuk Tahun Ajaran Baru

1iheon.jpg Rapat Dengar Pendapat DPRD Banyuwangi Terkait Pembangunan Sekolah Rakyat (Foto: Riqi/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - DPRD Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen pada Rabu (19/05/2026). Proyek strategis nasional yang berlokasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar itu terus dikebut untuk persiapan tahun ajaran baru 2026/2027.


Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, bersama jajaran anggota dewan dan dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya Kepala DPMPTSP Banyuwangi, DLH Banyuwangi, Dinas PUCKPP Banyuwangi, Dishub Banyuwangi, JPAP, serta perwakilan manajemen PT Nindya Karya.


Dalam rapat tersebut, Patemo menyampaikan pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal awal.


“Di awal kalau sesuai SPK itu di bulan Agustus (2026) akan tetapi harus diselesaikan pada instruksi tadi 20 Juni 2026 harus rampung,” kata Patemo.


Ia juga menyampaikan, berdasarkan hasil RDP, pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi harus segera diselesaikan tahun ini agar dapat digunakan saat tahun ajaran baru dimulai.


Sementara itu, Satgas Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur, Arie Gustiagung, mengatakan progres pembangunan saat ini telah mencapai 56 persen. Ia berharap koordinasi antar stakeholder dapat mempercepat penyelesaian proyek tersebut.


“Terkait perizinan SR ini segera dituntaskan oleh Pemerintah Daerah, memang semua itu adalah bagian dari kewajiban pemerintah daerah yang mengusulkan Sekolah Rakyat,” ujar Arie.


Arie menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi dapat difokuskan hingga selesai pada Juni 2026.


“(Target) tahun ajaran baru (tahun ini),” ujar Arie.


Sekolah Rakyat Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 7 hektare dan dirancang menampung sekitar 1.000 siswa. Program tersebut merupakan bagian dari program Presiden yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.


Bangunan permanen Sekolah Rakyat Banyuwangi disebut mengusung standar sekolah internasional dengan konsep ruang yang sehat dan nyaman. Desainnya mempertimbangkan aspek bangunan ramah lingkungan serta integrasi teknologi untuk praktik pendidikan inovatif.


Fasilitas yang akan dibangun meliputi gedung sekolah, asrama putra dan putri untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola, basket, dan atletik, hingga gedung ibadah serta aula. Desain bangunan juga disebut akan mengakomodasi arsitektur khas Banyuwangi.


Di akhir pernyataannya, Arie turut memohon dukungan dan doa masyarakat agar pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target. (rq)