Monyet Liar Agresif Gegerkan Warga Muncar, Tiga Penjepit Damkar Rusak Digigit

1jiobaij.jpg Petugas Damkarmat Evakuasi Monyet di Wilayah Muncar (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Seekor monyet liar yang diduga tersengat listrik dan jatuh di permukiman warga Dusun Muncar, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, membuat geger warga, Senin (18/05/2026). Satwa tersebut berubah agresif saat hendak dievakuasi petugas Damkar dan Penyelamatan Banyuwangi.


Peristiwa bermula ketika warga menemukan monyet dalam kondisi lemas usai jatuh dari ketinggian. Warga kemudian memasukkan hewan tersebut ke dalam kurungan ayam agar tidak melukai warga sekitar.


Namun setelah beberapa saat, monyet mulai sadar dan menjadi agresif. Satwa itu terus mengamuk di dalam kurungan hingga warga memilih meminta bantuan petugas Damkarmat Banyuwangi.


Tim Rescue Damkarmat Sektor Srono kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 12.19 WIB. Saat dilakukan penanganan, petugas mendapati monyet memiliki taring cukup panjang dan terus berusaha menyerang alat penjepit yang digunakan petugas.


Karena situasi cukup berbahaya, Sektor Srono akhirnya meminta bantuan tambahan dari Mako Induk Damkarmat Banyuwangi. Regu Brama 1 kemudian diterjunkan ke lokasi membawa peralatan rescue tambahan.


Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas harus menjepit bagian kepala, tangan, dan kaki monyet secara bersamaan agar satwa tersebut tidak melukai petugas. Tali karmantel juga dimasukkan menggunakan pipa paralon untuk mengikat bagian kepala monyet sebelum dipindahkan ke kandang evakuasi.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi, Edy Supriyono mengatakan proses penanganan berlangsung cukup sulit karena monyet berada dalam kondisi stres dan sangat agresif.


“Begitu sadar, monyet langsung agresif dan berusaha menyerang. Petugas harus ekstra hati-hati karena taringnya cukup panjang dan beberapa kali mencoba menggigit alat rescue maupun petugas,” ujar Edy Supriyono.


Menurut Edy, dalam proses evakuasi tersebut pihaknya bahkan mengalami kerusakan peralatan akibat gigitan satwa liar tersebut.


“Total ada tiga alat penjepit yang rusak karena digigit monyet. Bahkan tali karmantel yang kami gunakan hampir putus. Ini menunjukkan tenaga dan agresivitas hewan tersebut memang cukup tinggi,” jelasnya.


Edy menambahkan, evakuasi satwa liar seperti ini membutuhkan teknik khusus agar petugas tetap aman sekaligus hewan tidak mengalami cedera.


“Kami tidak bisa sembarangan menangani satwa liar. Prinsipnya bukan hanya menyelamatkan warga, tapi juga memastikan hewan tetap selamat dan tidak terluka saat proses evakuasi,” katanya.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba menangani sendiri satwa liar yang masuk permukiman karena berpotensi membahayakan.


“Kalau menemukan hewan liar dalam kondisi agresif atau terluka, sebaiknya segera laporkan ke petugas. Jangan ditangani sendiri karena risikonya cukup tinggi,” imbuh Edy.


Setelah berhasil diamankan, monyet tersebut dibawa ke Mako Induk Damkarmat Banyuwangi untuk penanganan sementara sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.


“Rencananya monyet ini akan kami observasi lebih dulu sebelum dilepas kembali ke habitatnya agar kondisinya benar-benar aman,” pungkasnya. (ep)