Dua Kecelakaan Laut Beruntun di Banyuwangi, BMKG Ingatkan Gelombang Berpotensi 2,5 - 4 Meter

1ayuai.jpg Gelombang di Selat Bali pada 21 Juli 2026 (Foto: Jay/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Dua kecelakaan laut yang terjadi dalam kurun waktu hampir bersamaan di perairan selatan Banyuwangi membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas III Banyuwangi mengeluarkan imbauan kewaspadaan. BMKG meminta nelayan dan pengguna jasa kelautan mewaspadai potensi gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter pada periode 19-22 Juli 2026.


Prakirawan BMKG Kelas III Banyuwangi, Umar Haidar Al Faruq, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi dominasi angin timuran yang bertiup cukup kuat di wilayah selatan Jawa dan Bali.


"Dominasi angin timuran yang cukup kuat menyebabkan tinggi gelombang meningkat. Perairan selatan Jawa, termasuk Banyuwangi dan selatan Bali, memang menjadi wilayah yang perlu diwaspadai ketika kondisi angin menguat," kata Umar.


Ia menjelaskan, wilayah perairan selatan Jawa berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sehingga memiliki lintasan angin (fetch) yang panjang. Kondisi tersebut membuat energi angin mampu membentuk gelombang lebih tinggi dibanding wilayah perairan lainnya.


BMKG mencatat kecepatan angin selama periode tersebut berkisar 7-25 knot atau sekitar 13-46 kilometer per jam. Sementara gelombang setinggi 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Perairan Banyuwangi, Selat Bali bagian selatan, hingga perairan selatan Pulau Bali.


Karena itu, BMKG mengimbau nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut.


"Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal resmi BMKG agar aktivitas di laut dapat dilakukan dengan aman," ujarnya.


Peringatan tersebut menyusul dua insiden kecelakaan laut yang terjadi di Banyuwangi pada Senin (20/7/2026).


Musibah pertama terjadi di Perairan Pelawangan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Sebuah perahu nelayan yang membawa puluhan anak buah kapal terbalik setelah dihantam ombak saat hendak masuk ke pelawangan. Dalam kejadian itu dua nelayan ditemukan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dinyatakan hilang.


Sementara itu, kecelakaan laut lainnya terjadi di Perairan Senggrong, Kecamatan Muncar. Sebuah perahu yang digunakan untuk memancing terbalik akibat diterjang ombak. Satu nelayan berhasil selamat, sedangkan seorang nelayan bernama Hambali (56) , warga Tanjung Klatak, Kecamatan Kalipuro, hingga kini masih belum ditemukan.


Memasuki hari kedua pencarian, Selasa (21/7/2026), Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap Hambali. Operasi diawali dengan briefing dan pembagian personel ke dua Search and Rescue Unit (SRU).


SRU pertama melakukan penyisiran di perairan menggunakan pola Parallel Search Pattern dengan cakupan sekitar 3,85 nautical mile menggunakan rubber boat Basarnas yang dibantu perahu nelayan. Sementara SRU kedua menyisir sepanjang garis pantai Muncar sejauh sekitar 7,15 kilometer untuk mengantisipasi korban terbawa arus ke pesisir.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan seluruh unsur SAR terus mengoptimalkan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.


"Pada hari kedua operasi SAR, kami mengerahkan seluruh potensi yang ada melalui pembagian sektor pencarian di laut maupun di sepanjang pantai. Sinergi seluruh unsur SAR menjadi kekuatan utama dalam upaya menemukan korban secepat mungkin. Kami berharap korban segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian bagi keluarga," ujar Oka.


Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Muncar, Polairud Muncar, Kantor Perikanan Muncar, RAPI Muncar, Polsek Muncar, Pokmaswas, serta nelayan dan masyarakat setempat.


Basarnas mengerahkan satu unit truk personel, satu unit rubber boat, peralatan water rescue, perlengkapan medis, dan perangkat komunikasi. Unsur SAR gabungan juga mendukung operasi menggunakan speed boat milik Perikanan Muncar, perahu karet Pos TNI AL Muncar, serta sejumlah perahu nelayan. (ep)