Angkasa Pura Gelar InJourney Creativity House 2026, 45 UMKM Selingkar Ijen Digembleng Kreativitas

IMG_6361.PNG Angkasa Pura Gelar InJourney Creativity House 2026 (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Sebanyak 45 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan selingkar Ijen mengikuti program InJourney Creativity House (ICH) 2026 yang diinisiasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melalui Bandara Internasional Banyuwangi.


Kegiatan pelatihan tersebut digelar selama dua hari, 24–25 September 2026, di Ballroom Grand Harvest Resort & Villas Banyuwangi.


Program ini turut dihadiri Plt Kepala Diskop UMP Banyuwangi Heni Sugiharti dan Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Banyuwangi Ainur Rofiq sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM pariwisata di daerah.


Sebanyak 45 peserta yang merupakan pelaku usaha makanan ringan, pengolahan kopi hingga produk oleh-oleh khas Banyuwangi mendapatkan berbagai pembekalan. Materi yang diberikan di antaranya tata kelola keuangan usaha serta pengembangan dan pembuatan kemasan produk (packaging) agar lebih menarik dan memiliki daya saing.


Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Adi Nugroho, mengatakan program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap perkembangan ekonomi masyarakat di sekitar bandara.


“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang didapat bisa langsung diterapkan. Target kami adalah memberi manfaat yang benar-benar berkelanjutan bagi para pelaku usaha,” tutur Adi.


Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Banyuwangi Mohamad Holik Muardi mengatakan pelatihan ICH 2026 difokuskan untuk meningkatkan kualitas sekaligus daya saing produk lokal sehingga semakin mampu menarik perhatian wisatawan.


Apresiasi juga disampaikan Pemkab Banyuwangi. Plt Kepala Diskop UMP Banyuwangi, Heni Sugiharti, menyebut program tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan UMKM lokal di tengah persaingan produk yang semakin ketat.


“Persaingan UMKM saat ini sangat ketat. Kalau kita tidak meningkatkan kualitas, kita bisa tergerus produk luar. Peserta yang hadir ini adalah hasil kurasi ketat dari total 217 UMKM di Banyuwangi,” kata Heni.


Heni juga meminta para peserta memanfaatkan pelatihan dan pendampingan tersebut secara maksimal, terlebih dengan semakin dikenalnya Ijen sebagai destinasi wisata dunia.


Menurutnya, kesiapan produk lokal menjadi penting agar peluang ekonomi dari sektor pariwisata dapat dinikmati UMKM Banyuwangi.


“Ijen ini destinasinya sudah mendunia. Kalau produk penunjangnya tidak siap, pasarnya bakal diambil daerah lain. Mumpung dapat fasilitas pelatihan dan pendampingan, manfaatkan betul,” ujarnya.


Setelah pelatihan selama dua hari, peserta juga akan mendapatkan pendampingan dan monitoring selama tiga bulan dari PT Angkasa Pura Indonesia. Program tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan usaha sekaligus memastikan materi yang diberikan dapat diterapkan dalam pengembangan bisnis masing-masing UMKM. (*Adv)