Lansia 84 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun Jagung Kalibaru Banyuwangi

1ahibuib.jpg Polisi dan Warga Sekitar Mengevakuasi Korban (Foto: Polsek Kalibaru/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Seorang perempuan lanjut usia berinisial AD (84), warga Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, ditemukan meninggal dunia di lahan jagung, Selasa (22/09/2026). Korban ditemukan oleh dua pekerja yang sedang beraktivitas di lahan tersebut.


Kapolsek Kalibaru AKP Achmad Junaedi mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di lahan jagung milik warga yang berada di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Kulon.


"Benar, kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya seorang perempuan yang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di lahan jagung. Setelah menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan," kata Junaedi.


Penemuan jasad tersebut pertama kali diketahui oleh Mochammad Syahri (41) dan Moh Ali Fakih (31), yang saat itu sedang bekerja di lahan jagung.


Syahri disebut melihat seseorang dalam posisi tergeletak di tengah lahan. Dia kemudian memanggil Fakih untuk memastikan kondisi korban. Keduanya selanjutnya meminta bantuan warga sekitar sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa dan polisi.


"Korban pertama kali ditemukan oleh pekerja yang sedang berada di lahan. Setelah mengetahui ada orang tergeletak, mereka meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak desa serta kepolisian," jelas Junaedi.


Petugas Polsek Kalibaru bersama warga kemudian melakukan evakuasi terhadap jasad korban. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dari Puskesmas Kalibaru.


Dari pemeriksaan awal, petugas medis tidak menemukan tanda-tanda luka yang mengarah pada kekerasan maupun bekas benturan benda tumpul pada tubuh korban.


"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan ataupun luka akibat benda tumpul pada tubuh korban," terang Junaedi.


Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban selama ini mengalami kondisi mudah lupa atau pikun. Polisi kemudian melakukan pendataan dan meminta keterangan dari pihak keluarga serta saksi-saksi di lokasi.


Junaedi menambahkan, keluarga korban telah menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan bagian dari takdir.


"Keluarga sudah membuat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi. Dari pemeriksaan awal juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujarnya.


Polisi memastikan proses evakuasi dan penanganan di lokasi berjalan dengan aman. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


"Kami turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Penanganan sudah kami lakukan sesuai prosedur, termasuk mendatangi lokasi, melakukan evakuasi, meminta keterangan saksi dan menghadirkan petugas medis untuk pemeriksaan," pungkasnya. (ep)