Genteng Pamer Inovasi Layanan Publik saat Dikunjungi Rombongan Pemkab Morowali

1guu.jpg Rombongan Pemkab Morowali Studi Tiru di Kecamatan Genteng, Banyuwangi (Foto: Bagir/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Kecamatan Genteng, Banyuwangi, memamerkan sejumlah inovasi pelayanan publik saat menerima kunjungan rombongan Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (26/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda studi tiru untuk mempelajari tata kelola pemerintahan dan pengembangan inovasi pelayanan masyarakat.


Rombongan yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Morowali, Tahir, itu terdiri dari 10 camat. Kecamatan Genteng menjadi salah satu tujuan studi tiru karena dinilai memiliki sejumlah inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang dapat dipelajari untuk diterapkan di Morowali.


Dalam kesempatan tersebut, Camat Genteng Khoirul Hidayat memaparkan sejumlah capaian selama 100 hari masa jabatannya. Di antaranya penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, peningkatan pengelolaan dana sosial, penguatan koordinasi lintas sektor, hingga inovasi pelayanan administrasi kependudukan.


Beberapa inovasi yang diperkenalkan meliputi SIKKIA, layanan jemput bola perekaman KTP elektronik, serta Lingsir Wengi atau Layanan Terintegrasi nganti Wengi. Inovasi tersebut dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan, termasuk bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu pada jam pelayanan reguler.


Camat Genteng Khoirul Hidayat menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan Pemkab Morowali. Ia menyebut kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat hubungan antarpemerintah daerah.


“Atas nama Bupati Banyuwangi, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran tim dari Morowali yang berkenan berkunjung, khususnya ke Kecamatan Genteng. Kami berharap kunjungan ini bisa menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan inovasi pelayanan kepada masyarakat,” ujar Khoirul.


Ia menjelaskan, inovasi pelayanan publik di Kecamatan Genteng dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang baik bukan hanya soal menyelesaikan urusan administrasi, tetapi juga bagaimana pemerintah hadir dan memberikan kemudahan bagi warga.


“Prinsipnya, kami ingin pelayanan semakin mudah dijangkau masyarakat. Karena itu, inovasi seperti jemput bola perekaman KTP dan Lingsir Wengi kami hadirkan untuk memberikan alternatif pelayanan bagi warga yang tidak selalu bisa datang pada jam kerja,” jelasnya.


Khoirul menambahkan, penataan RTH Maron dan penguatan koordinasi lintas sektor juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas wilayah. Menurutnya, pembangunan kecamatan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan sinergi berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.


Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Morowali, Tahir, mengaku terkesan dengan sejumlah inovasi yang dikembangkan Kecamatan Genteng. Ia menilai, kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai praktik penyelenggaraan pemerintahan kecamatan, koordinasi lintas sektor, serta pengembangan layanan publik yang bisa dijadikan referensi.


“Kami mendapatkan banyak hal baik dari Kecamatan Genteng, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, koordinasi lintas sektor di tingkat kecamatan hingga kabupaten, sampai berbagai inovasi pelayanan administrasi kependudukan,” ungkap Tahir.


Menurutnya, aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting yang dipelajari rombongan, termasuk indikator penilaian Evaluasi Kinerja Kecamatan (EKK). Melalui studi tiru tersebut, Pemkab Morowali ingin memperoleh gambaran nyata mengenai praktik pelayanan publik dan pengelolaan pemerintahan yang dinilai berjalan baik.


“Kami melihat inovasi yang dikembangkan di sini cukup luar biasa. Bukan hanya pelayanan kependudukan, tetapi juga bagaimana pemerintah kecamatan mengembangkan potensi wilayahnya. Banyuwangi juga memiliki sektor pariwisata yang dikenal luas, sehingga ada banyak hal yang bisa kami pelajari,” katanya.


Tahir menambahkan, Kecamatan Genteng dipilih sebagai salah satu tujuan studi tiru karena dinilai memiliki kinerja dan inovasi pelayanan yang layak menjadi referensi. Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah Morowali.


“Kami berharap berbagai praktik baik yang kami temukan di sini bisa diterapkan di Morowali. Apalagi, kami memiliki dukungan anggaran fiskal yang cukup memadai. Tentu penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah kami,” tuturnya.


Melalui studi tiru tersebut, Pemkab Morowali diharapkan dapat membawa pulang sejumlah referensi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Sementara bagi Kecamatan Genteng, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai inovasi daerah dan penguatan layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (ep)