Penumpang Kereta Api Logawa Turun di Stasiun Banyuwangi Kota pada Desember 2025 (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi mencatatkan mobilitas wisata tertinggi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 melalui jalur kereta api. Capaian tersebut berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember untuk periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
KAI Daop 9 Jember mencatat volume penumpang selama libur Nataru meningkat hingga 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari peningkatan tersebut, mobilitas penumpang kereta api dari dan menuju Kabupaten Banyuwangi mencapai 207.586 orang.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan Banyuwangi menjadi kabupaten dengan mobilitas tertinggi karena perannya sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
“Secara mobilitas di tingkat kabupaten, Banyuwangi mencatatkan mobilitas tertinggi karena kota ini merupakan kota wisata. Untuk stasiun tersibuk, Banyuwangi Kota mendominasi dengan 62.744 penumpang selama periode Nataru,” kata Cahyo, Selasa (5/1/2026).
Selain Stasiun Banyuwangi Kota, arus penumpang tinggi juga tercatat di Stasiun Ketapang dengan 53.646 penumpang, Stasiun Kalisetail 39.683 penumpang, Stasiun Rogojampi 32.073 penumpang, Stasiun Kalibaru 10.989 penumpang, serta Stasiun Temuguruh 8.451 penumpang.
Di bawah Banyuwangi, Kabupaten Jember menjadi daerah dengan jumlah penumpang tunggal tertinggi di wilayah operasi KAI Daop 9 Jember dengan total 168.323 penumpang. Tingginya angka tersebut ditopang aktivitas Stasiun Jember sebagai pusat angkutan kereta selama Nataru.
“Stasiun Jember mencatat 131.508 penumpang, disusul Stasiun Tanggul 14.683 penumpang, Rambipuji 11.442 penumpang, dan Kalisat 10.690 penumpang,” jelas Cahyo.
Kontribusi peningkatan penumpang juga datang dari stasiun lain seperti Probolinggo dengan 20.598 penumpang, Klakah 10.808 penumpang, dan Pasuruan 9.630 penumpang.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, termasuk kreativitas para pelaku wisata di Banyuwangi.
“Alhamdulillah, berkat kreativitas pelaku wisata Banyuwangi dari semua lapisan, Banyuwangi mampu mendatangkan wisatawan secara signifikan selama Nataru,” ujar Ipuk.
Ipuk mengungkapkan, selama periode 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, jumlah wisatawan yang berlibur di Banyuwangi mencapai 290.776 orang.
“Artinya Banyuwangi bukan hanya daerah transit, tetapi benar-benar menjadi pilihan wisata untuk menghabiskan libur Nataru,” tegasnya.
Selain kekayaan destinasi wisata, Ipuk menilai kenyamanan fasilitas kereta api dan stasiun turut berkontribusi positif dalam mendorong peningkatan jumlah pengguna jasa transportasi kereta selama libur akhir tahun. (ep)

