Gudang Kayu di Bangorejo Banyuwangi Terbakar, Api Berhasil Dipadamkan dalam Satu Jam

1qbiubnionp.jpg Gudang Penyimpanan Kayu di Desa/Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Gudang penyimpanan kayu di Desa/Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, terbakar, Sabtu (12/9/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada instalasi kabel penerangan di area gudang.


Kebakaran diketahui warga sekitar pukul 20.50 WIB. Api membakar tumpukan kayu di sebuah bangunan yang sebelumnya merupakan rumah kosong dan digunakan sebagai gudang penyimpanan kayu mebel.


Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran melalui Call Center Damkarmat sektor Bangorejo pada pukul 21.07 WIB.


"Begitu laporan kami terima, petugas langsung melakukan koordinasi, menyiapkan personel dan peralatan, kemudian bergerak menuju lokasi kejadian," kata Edy.


Petugas berangkat pukul 21.12 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 21.20 WIB. Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan pengamatan untuk mengetahui sumber api, kondisi sekitar, serta arah penjalaran api.


"Tim melakukan pengamatan visual dari jarak aman terlebih dahulu. Ini untuk mengetahui sumber api dan melihat kondisi di sekitar lokasi, termasuk kemungkinan api menjalar ke bangunan lain," ujarnya.


Edy menjelaskan api saat itu membakar tumpukan kayu dalam jumlah cukup banyak. Kondisi tersebut membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.


"Material kayu yang terbakar cukup mudah membuat api membesar dan merambat. Karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap dan terarah untuk mengendalikan kobaran sekaligus memutus jalur perambatan api," jelasnya.


Petugas kemudian menggelar satu selang berukuran 1,5 inci yang terhubung dengan nozzle. Selang disambungkan ke unit pompa sebelum penyemprotan air dilakukan.


"Setelah peralatan dipastikan siap dan berfungsi, petugas langsung melakukan penyemprotan air ke titik api. Area yang belum terbakar juga menjadi perhatian untuk mencegah api semakin meluas," terang Edy.


Api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas selanjutnya melakukan pendinginan atau overhaul di seluruh area terdampak.


"Setelah api padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Kami lakukan pendinginan menyeluruh dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang masih berpotensi menyebabkan api kembali menyala," katanya.


Penanganan dilanjutkan hingga pukul 23.10 WIB. Petugas juga melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada potensi bahaya maupun titik api yang mengancam warga.


Berdasarkan investigasi awal di lokasi, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada instalasi kabel penerangan di area gudang. Percikan api diduga mengenai material kayu di sekitar sumber api hingga kemudian merambat ke tumpukan kayu kering dan bagian bangunan.


"Terkait penyebab, dari hasil investigasi awal di lokasi, kebakaran diduga akibat korsleting listrik pada instalasi kabel penerangan. Percikan kemudian diduga mengenai material yang mudah terbakar," ungkap Edy.


Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh Moh. Faqeh Qodri, warga yang tinggal di sekitar lokasi. Saat melihat kepulan asap dan kobaran api, dia bersama warga sempat berupaya melakukan pemadaman awal secara mandiri.


Namun, upaya tersebut tidak maksimal karena api telah membakar tumpukan kayu dalam jumlah cukup banyak. Selain itu, lokasi gudang yang berada di dekat permukiman membuat warga khawatir api dan asap menyebar ke rumah-rumah sekitar.


"Karena lokasinya dekat dengan permukiman dan api semakin membesar, masyarakat kemudian menghubungi kami untuk meminta bantuan penanganan," kata Edy.


Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Kerugian materiil berupa gudang dan kayu dengan taksiran sekitar Rp 10 juta.


Penanganan kebakaran melibatkan lima personel dari sektor Bangorejo, sektor Genteng dan Rekar. Petugas juga mendapat dukungan dari TNI, Polri, perangkat Desa Bangorejo serta warga sekitar.


"Sinergi dengan TNI, Polri, perangkat desa dan masyarakat sangat membantu proses penanganan di lapangan," pungkasnya (ep)